Maraknya aksi kekerasan, polisi salahkan sistem
Sabtu, 01 September 2012 - 12:49 WIB
Maraknya aksi kekerasan, polisi salahkan sistem
A
A
A
Sindonews.com - Polri enggan disalahkan dalam maraknya aksi kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anang Iskandar mengatakan, aksi kekerasan di masyarakat muncul karena gagalnya semua pihak dalam menyusun kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kekerasan merupakan produk masyarakat, karena kehidupan berbangsa dan bernegara tidak ditangani dengan bagus. Sehingga marak terjadi kekerasan," kata Anang dalam diskusi 'Polemik' Sindo Radio, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini banyak permasalahan kecil yang bisa berakhir pada aksi kekerasan di tengah masyarakat. "Contohnya, hanya karena masalah tanah bisa menyebabkan sengketa. Bahkan, persoalan mencari makanan saja sangat mungkin menjadi persengketaan," ujarnya.
Hal tersebut menurutnya, disebabkan masyarakat Indonesia saat ini lebih mengedepankan emosional, ketimbang cara-cara demokrasi yang dianut oleh Indonesia.
"Saat ini masyarakat terlihat tidak pernah melakukan dialog. Padahal dengan cara itu, kita bisa untuk mengatasi kekerasan," tandasnya.
"Kekerasan merupakan produk masyarakat, karena kehidupan berbangsa dan bernegara tidak ditangani dengan bagus. Sehingga marak terjadi kekerasan," kata Anang dalam diskusi 'Polemik' Sindo Radio, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini banyak permasalahan kecil yang bisa berakhir pada aksi kekerasan di tengah masyarakat. "Contohnya, hanya karena masalah tanah bisa menyebabkan sengketa. Bahkan, persoalan mencari makanan saja sangat mungkin menjadi persengketaan," ujarnya.
Hal tersebut menurutnya, disebabkan masyarakat Indonesia saat ini lebih mengedepankan emosional, ketimbang cara-cara demokrasi yang dianut oleh Indonesia.
"Saat ini masyarakat terlihat tidak pernah melakukan dialog. Padahal dengan cara itu, kita bisa untuk mengatasi kekerasan," tandasnya.
(lil)