Pemprov Jati kucurkan Rp700 juta
Rabu, 29 Agustus 2012 - 21:38 WIB

Pemprov Jati kucurkan Rp700 juta
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengucurkan anggaran sebesar Rp700 juta untuk kebutuhan pengungsi kaum Syiah seperti makan, dan kebutuhan lain selama di pengungsian, GOR Sampang.
"Dana ini diambilkan dari anggaran pos bencana. Karena tragedi di Sampang masuk dalam kategori bencana sosial," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo Kian kepada Wartawan di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/8/2012).
Dana tersebut, kata pria yang kerap disapa Pakde Karwo untuk menopang keperluan pengungsi selama 14 hari di GOR. Sementara pengucuran dana ini, pihak Pemprov Jatim sudah memberitahu Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
"Saya sudah ijin ke Mendagri (Menteri Dalam Negeri). Dan memang kejadian ini adalah bencana sosial," tambahnya.
Soekarwo mengatakan, pengungsi Syiah tidak selamanya berada di pengungsian. Pasalnya, pemerintah dan segenap elemen masyarakat masih berusaha memulihkan kondisi lokasi pasca konflik yang membuat dua orang tewas itu. Hingga warga Syiah ini akan merasa aman.
Ketika disinggung soal relokasi, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini menegaskan, tidak ada relokasi. Sebab, persoalan relokasi bukan perkara mudah. Tentunya akan timbul persoalan-persoalan baru di tempat yang baru. Yang terpenting adalah menjaga kondusifitas keamanan sehingga warga menjadi nyaman. Gubernur juga meminta kementerian agama (Kemenag) untuk turut berperan aktif menyeleseikan persoalan antara Sunni-Syiah.
Jika sudah masuk ke ranah Agama bukan domain dari pemprov Jatim. "Kementrian Agama juga harus ikut aktif agar persoalan ini cepat selesai. Yang jelas, tidak ada relokasi warga Syiah dari Sampang," tandasnya.
"Dana ini diambilkan dari anggaran pos bencana. Karena tragedi di Sampang masuk dalam kategori bencana sosial," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo Kian kepada Wartawan di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/8/2012).
Dana tersebut, kata pria yang kerap disapa Pakde Karwo untuk menopang keperluan pengungsi selama 14 hari di GOR. Sementara pengucuran dana ini, pihak Pemprov Jatim sudah memberitahu Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
"Saya sudah ijin ke Mendagri (Menteri Dalam Negeri). Dan memang kejadian ini adalah bencana sosial," tambahnya.
Soekarwo mengatakan, pengungsi Syiah tidak selamanya berada di pengungsian. Pasalnya, pemerintah dan segenap elemen masyarakat masih berusaha memulihkan kondisi lokasi pasca konflik yang membuat dua orang tewas itu. Hingga warga Syiah ini akan merasa aman.
Ketika disinggung soal relokasi, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini menegaskan, tidak ada relokasi. Sebab, persoalan relokasi bukan perkara mudah. Tentunya akan timbul persoalan-persoalan baru di tempat yang baru. Yang terpenting adalah menjaga kondusifitas keamanan sehingga warga menjadi nyaman. Gubernur juga meminta kementerian agama (Kemenag) untuk turut berperan aktif menyeleseikan persoalan antara Sunni-Syiah.
Jika sudah masuk ke ranah Agama bukan domain dari pemprov Jatim. "Kementrian Agama juga harus ikut aktif agar persoalan ini cepat selesai. Yang jelas, tidak ada relokasi warga Syiah dari Sampang," tandasnya.
(mhd)