Ubah jadwal, Komisi III besok ke Sampang
Rabu, 29 Agustus 2012 - 11:43 WIB
Ubah jadwal, Komisi III besok ke Sampang
A
A
A
Sindonews.com - Komisi III DPR mengubah jadwal kunjungannya ke Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang yang menjadi lokasi aksi kekerasan yang mengakibatkan dua orang tewas, dan puluhan rumah warga lainnya hangus terbakar.
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, rencananya besok Komisi III DPR akan berangkat mengunjungi lokasi yang menjadi tempat pengikut Syiah tinggal itu. Sebelumnya, Komisi III berecana meninjau lokasi pada pekan depan.
"Besok pagi kita ke sana (Sampang), ada Ketua Komisi III DPR yang akan berangkat bersama tujuh orang anggota Komisi III DPR lainnya. Sekira jam 07.00 WIB kita akan berangkat," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya akan menemui langsung masyarakat di lokasi kejadian, untuk mendapatkan informasi dan data yang sebenarnya terkait insiden kekerasan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga akan mendesak pemerintah daerah dan pihak kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat.
"Kita harap polisi bisa menjamin kenyamanan masyarakat, kita minta pemerintah daerah memikirkan bagaimana cara menyelesaikan kasus itu," ujarnya.
Menurutnya, ada semacam pembiaran yang dilakukan pihak yang berwenang dalam insiden tersebut, karena Desember 2011 lalu juga terjadi kasus kekerasan serupa di lokasi yang sama.
"Kita akan lihat sejauh mana unsur keteledoran aparat, karena semua masalah bertumpu pada aparat. Menyelesaikan konflik seperti di Sampang, butuh keterbukaan dan kemauan yang tinggi, karena penyelesaian konflik bagian dari kerja sosial," tandasnya.
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, rencananya besok Komisi III DPR akan berangkat mengunjungi lokasi yang menjadi tempat pengikut Syiah tinggal itu. Sebelumnya, Komisi III berecana meninjau lokasi pada pekan depan.
"Besok pagi kita ke sana (Sampang), ada Ketua Komisi III DPR yang akan berangkat bersama tujuh orang anggota Komisi III DPR lainnya. Sekira jam 07.00 WIB kita akan berangkat," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya akan menemui langsung masyarakat di lokasi kejadian, untuk mendapatkan informasi dan data yang sebenarnya terkait insiden kekerasan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga akan mendesak pemerintah daerah dan pihak kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat.
"Kita harap polisi bisa menjamin kenyamanan masyarakat, kita minta pemerintah daerah memikirkan bagaimana cara menyelesaikan kasus itu," ujarnya.
Menurutnya, ada semacam pembiaran yang dilakukan pihak yang berwenang dalam insiden tersebut, karena Desember 2011 lalu juga terjadi kasus kekerasan serupa di lokasi yang sama.
"Kita akan lihat sejauh mana unsur keteledoran aparat, karena semua masalah bertumpu pada aparat. Menyelesaikan konflik seperti di Sampang, butuh keterbukaan dan kemauan yang tinggi, karena penyelesaian konflik bagian dari kerja sosial," tandasnya.
(lil)