Komisi III akan kunjungi Sampang
Senin, 27 Agustus 2012 - 13:56 WIB
Komisi III akan kunjungi Sampang
A
A
A
Sindonews.com - Komisi III DPR akan mengunjungi lokasi terjadinya insiden kekerasan di Sampang, Madura, untuk memperoleh data dan informasi akurat terkait kejadian yang menewaskan dua orang warga tersebut.
Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika mengatakan, pihaknya telah berencana akan melakukan kunjungan spesifik ke Sampang, Madura, untuk memperoleh informasi terkait tindakan antisipasi yang dilakukan penegak hukum.
"Komisi III DPR sangat menaruh perhatian atas kejadian tersebut, dan bila disepakati kami akan melakukan kunjungan spesifik untuk mendapatkan data yang sebenarnya terkait aksi antisipasi aparat disana," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Dia mengungkapkan, seharusnya aparat keamanan dapat mengantisipasi insiden tersebut, karena Desember 2011 lalu juga sempat terjadi insiden serupa di lokasi yang sama. "Kami akan datang, akan turun kesana, dan mencari tahu ada persoalan apa. Ini harus diredam," ungkapnya.
Menurutnya, pihak intelijen seharusnya telah mampu mendeteksi kejadian tersebut, karena melibatkan puluhan massa. "Ingat, konstitusi mengamanatkan negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia, dan polisi dibebankan kewajiban sebagai penjuru dari pelaksanaan itu di bidang Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," tandasnya.
Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika mengatakan, pihaknya telah berencana akan melakukan kunjungan spesifik ke Sampang, Madura, untuk memperoleh informasi terkait tindakan antisipasi yang dilakukan penegak hukum.
"Komisi III DPR sangat menaruh perhatian atas kejadian tersebut, dan bila disepakati kami akan melakukan kunjungan spesifik untuk mendapatkan data yang sebenarnya terkait aksi antisipasi aparat disana," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Dia mengungkapkan, seharusnya aparat keamanan dapat mengantisipasi insiden tersebut, karena Desember 2011 lalu juga sempat terjadi insiden serupa di lokasi yang sama. "Kami akan datang, akan turun kesana, dan mencari tahu ada persoalan apa. Ini harus diredam," ungkapnya.
Menurutnya, pihak intelijen seharusnya telah mampu mendeteksi kejadian tersebut, karena melibatkan puluhan massa. "Ingat, konstitusi mengamanatkan negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia, dan polisi dibebankan kewajiban sebagai penjuru dari pelaksanaan itu di bidang Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," tandasnya.
(lil)