Polri terus kejar pelaku penembakan di Solo
Minggu, 19 Agustus 2012 - 14:35 WIB
Polri terus kejar pelaku penembakan di Solo
A
A
A
Sindonews.com - Polri terus mengejar pelaku penembakan terhadap pos polisi yang diduga dilakukan oleh dua orang tidak dikenal di Perempatan Gemblekan, Jalan Yos Sudarso, Solo, Jawa Tengah.
Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki motif, dan pelaku penembakan di pos pengamanan untuk hari raya lebaran itu.
"Kita masih dalam proses penyelidikan. Mohon doa restu, mudah-mudahan cepat terungkap," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (19/8/2012).
Dia mengungkapkan, masyarakat juga sebaiknya tetap tenang dalam menyikapi kasus penembakan yang melukai dua anggota kepolisian. Pasalnya, Polri terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menuntaskan kasus tersebut.
"Masyarakat tetap tenang. Karena Polri masih tetap berjaga untuk pengamanan hari raya Idul Fitri," ujarnya.
Sebelumnya, dia juga menyebutkan jika kondisi dua anggotanya yang menjadi korban dalam insiden tersebut telah membaik. "Semua sudah dalam keadaan selamat, anggota tim sudah bekerja," ujarnya.
Sekadar diketahui, sebuah pos polisi di Perempatan Gemblekan, Jalan Yos Sudarso, Solo, Jawa Tengah, ditembaki dua orang tidak dikenal yang menggunakan sepeda motor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyerangan Pospam Lebaran tersebut terjadi sekira pukul 01.10 WIB dini hari.
Saat itu, di dalam pos ada delapan polisi. Dari arah barat, datang dua sepeda motor melepaskan tembakan ke pos polisi tersebut. Dua polisi yang luka diketahui bernama Bripka Hendro, dan Briptu Kukuh.
Bripka Hendro sehari-hari bertugas di Mapolsek Serengan terkena tembakan di pinggul. Sedangkan Briptu Kukuh anggota Satlantas Polres Solo, terkena tembakan di bagian kaki. Dua polisi yang tertembak langsung dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu untuk menjalani perawatan.
"Kedua pelaku menggunakan helm, yang nyopir menggunakan helm warna hitam. Sedangkan pembonceng menggunakan helm putih," kata seorang saksi yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Usai menembaki pos polisi, pelaku melarikan diri ke arah timur. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pistol yang digunakan pelaku diketahui berjenis FN kaliber 9 mm.
Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki motif, dan pelaku penembakan di pos pengamanan untuk hari raya lebaran itu.
"Kita masih dalam proses penyelidikan. Mohon doa restu, mudah-mudahan cepat terungkap," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (19/8/2012).
Dia mengungkapkan, masyarakat juga sebaiknya tetap tenang dalam menyikapi kasus penembakan yang melukai dua anggota kepolisian. Pasalnya, Polri terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menuntaskan kasus tersebut.
"Masyarakat tetap tenang. Karena Polri masih tetap berjaga untuk pengamanan hari raya Idul Fitri," ujarnya.
Sebelumnya, dia juga menyebutkan jika kondisi dua anggotanya yang menjadi korban dalam insiden tersebut telah membaik. "Semua sudah dalam keadaan selamat, anggota tim sudah bekerja," ujarnya.
Sekadar diketahui, sebuah pos polisi di Perempatan Gemblekan, Jalan Yos Sudarso, Solo, Jawa Tengah, ditembaki dua orang tidak dikenal yang menggunakan sepeda motor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyerangan Pospam Lebaran tersebut terjadi sekira pukul 01.10 WIB dini hari.
Saat itu, di dalam pos ada delapan polisi. Dari arah barat, datang dua sepeda motor melepaskan tembakan ke pos polisi tersebut. Dua polisi yang luka diketahui bernama Bripka Hendro, dan Briptu Kukuh.
Bripka Hendro sehari-hari bertugas di Mapolsek Serengan terkena tembakan di pinggul. Sedangkan Briptu Kukuh anggota Satlantas Polres Solo, terkena tembakan di bagian kaki. Dua polisi yang tertembak langsung dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu untuk menjalani perawatan.
"Kedua pelaku menggunakan helm, yang nyopir menggunakan helm warna hitam. Sedangkan pembonceng menggunakan helm putih," kata seorang saksi yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Usai menembaki pos polisi, pelaku melarikan diri ke arah timur. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pistol yang digunakan pelaku diketahui berjenis FN kaliber 9 mm.
(lil)