Kembalikan elektabilitas, parpol perlu berbenah
Rabu, 15 Agustus 2012 - 18:37 WIB
Kembalikan elektabilitas, parpol perlu berbenah
A
A
A
Sindonews.com - Pimpinan bangsa dilahirkan oleh partai politik (parpol). Namun, belakangan ini pandangan publik terhadap parpol cukup negatif akibat banyaknya para elite parpol tersandung persoalan korupsi.
Padahal fungsi utama parpol dalam negara ikut mensejahterakan rakyat. Maka itu, fungsi utama parpol ini perlu ditegaskan kembali dalam kehidupan bernegara. Parpol tidak sekadar mengurus kegiatan internalnya. Tetapi, bagaimana merumuskan program yang dapat mensejahterakan masyarakat.
"Persoalan politik sangat penting, dalam politik ada dua substansi, menjaga keutuhan agama dan mensejahterakan umat manusia," ujar Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di MPR, Zainut Tauhid Saadi dalam acara "Refleksi Perjalanan Bangsa Menatap Indonesia Masa depan,” di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2012).
Menurutnya, para pimpinan parpol harus menjelaskan ke publik terhadap berbagai persoalan tengah dihadapi parpol. Penjelasan yang bisa dipahami oleh pablik, dapat mengembalikan citra parpol masing-masing. "Ini persoalan yang tidak kalah pentingnya,” tukasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Nurfajriansyah menegaskan, refleksi saja tidak cukup untuk menciptakan perubahan. Tetapi, semangat perlawanan terhadap budaya korupsi itu yang perlu diwujudkan.
“Sekarang bukan saatnya hanya melakukan refleksi, tapi harus membuat perjuangan baru melawan kapitalisme,” tegasnya.
Padahal fungsi utama parpol dalam negara ikut mensejahterakan rakyat. Maka itu, fungsi utama parpol ini perlu ditegaskan kembali dalam kehidupan bernegara. Parpol tidak sekadar mengurus kegiatan internalnya. Tetapi, bagaimana merumuskan program yang dapat mensejahterakan masyarakat.
"Persoalan politik sangat penting, dalam politik ada dua substansi, menjaga keutuhan agama dan mensejahterakan umat manusia," ujar Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di MPR, Zainut Tauhid Saadi dalam acara "Refleksi Perjalanan Bangsa Menatap Indonesia Masa depan,” di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2012).
Menurutnya, para pimpinan parpol harus menjelaskan ke publik terhadap berbagai persoalan tengah dihadapi parpol. Penjelasan yang bisa dipahami oleh pablik, dapat mengembalikan citra parpol masing-masing. "Ini persoalan yang tidak kalah pentingnya,” tukasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Nurfajriansyah menegaskan, refleksi saja tidak cukup untuk menciptakan perubahan. Tetapi, semangat perlawanan terhadap budaya korupsi itu yang perlu diwujudkan.
“Sekarang bukan saatnya hanya melakukan refleksi, tapi harus membuat perjuangan baru melawan kapitalisme,” tegasnya.
(kur)