Wiranto tak peduli survei eksternal Hanura
Senin, 13 Agustus 2012 - 20:46 WIB
Wiranto tak peduli survei eksternal Hanura
A
A
A
Sindonews.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tidak mempedulikan hasil survei yang menepatkan Wiranto sebagai kandidat calon presiden (capres) kurang populer dibandingkan nama-nama kandidat capres lainnya.
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan, pihaknya telah melakukan survei internal mengenai elektabilitas partainya, dan dirinya sebagai kandidat capres. Namun, Hanura tidak akan mempublikasikan hasil survei tersebut.
"Hasil 11,92 persen suara saat ini adalah gambaran hasil survei kami. Artinya berbeda dengan lembaga survei lain, yang oleh siapa kami tidak tahu, yang mengongkosi siapa kami tidak tahu. Serta atas permintaan siapa kami tidak tahu. Kami tidak terlalu tertarik untuk mengumumkan hasil partai kami," katanya di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Dia mengungkapkan, lembaga survei harusnya mengumumkan metodologi dan tujuan dari survei tersebut, agar ada kesepahaman mengenai hasil survei tersebut. Sehingga, semua pihak bisa menyikapi hasil survei itu dengan benar.
"Kepada pihak pihak yang akan disurvei, setidaknya ada suatu pemberitahuan agar ada pemahaman bersama masalah hasil survei dan metoda, serta bagaimana nanti diumumkan ke publik atau tidak," ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan survei internal yang dilakukannya, ada perbedaan yang cukup signifikan, dibandingkan hasil survei kepada Hanura saat baru berdiri.
"Pada awal kami mendapatkan 3,7 persen suara nasional. Kemudian kami sudah memiliki hal yang tidak terlalu sulit. Dari survei internal kami, didapatkan hasil survei mencapai 11,92 persen suara," tandasnya.
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan, pihaknya telah melakukan survei internal mengenai elektabilitas partainya, dan dirinya sebagai kandidat capres. Namun, Hanura tidak akan mempublikasikan hasil survei tersebut.
"Hasil 11,92 persen suara saat ini adalah gambaran hasil survei kami. Artinya berbeda dengan lembaga survei lain, yang oleh siapa kami tidak tahu, yang mengongkosi siapa kami tidak tahu. Serta atas permintaan siapa kami tidak tahu. Kami tidak terlalu tertarik untuk mengumumkan hasil partai kami," katanya di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Dia mengungkapkan, lembaga survei harusnya mengumumkan metodologi dan tujuan dari survei tersebut, agar ada kesepahaman mengenai hasil survei tersebut. Sehingga, semua pihak bisa menyikapi hasil survei itu dengan benar.
"Kepada pihak pihak yang akan disurvei, setidaknya ada suatu pemberitahuan agar ada pemahaman bersama masalah hasil survei dan metoda, serta bagaimana nanti diumumkan ke publik atau tidak," ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan survei internal yang dilakukannya, ada perbedaan yang cukup signifikan, dibandingkan hasil survei kepada Hanura saat baru berdiri.
"Pada awal kami mendapatkan 3,7 persen suara nasional. Kemudian kami sudah memiliki hal yang tidak terlalu sulit. Dari survei internal kami, didapatkan hasil survei mencapai 11,92 persen suara," tandasnya.
(lil)