Temuan Komnas HAM, Brimob gunakan peluru tajam
Senin, 13 Agustus 2012 - 14:40 WIB
Temuan Komnas HAM, Brimob gunakan peluru tajam
A
A
A
Sindonews.com - Dari hasil investigasi di lapangan, Komisi Nasonal Hak Asasi Manusia (Komns HAM) menunjukkan saat terjadi bentrokan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dipastikan anggota Brimob menggunakan peluru tajam.
Komisioner Komnas HAM Nur Kholis membeberkan, dari hasil investigasi di lapangan, Komnas HAM memastikan adanya penggunaan peluru tajam dalam bentrokan antara warga dengan Brimob di Desa Limbangan Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Bahkan berdasarkan keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Angga (12) korban tewas dalam insiden tersebut, dipastikan bahwa Angga terkena peluru tajam.
"Lukanya sangat besar, berdasarkan keterangan dokter, luka seperti itu akibat dari peluru tajam," kata Nur Kholis di Kantor Komnas HAM Jalan Latuharhary, Jakarta, Senin (13/8/2012).
Menurutnya, Angga tertembak saat bermain di tengah jalan bersama rekan seusianya. Bahkan ada teman Angga yang diduga terkena serempetan peluru.
Selain itu, Rusman (36) yang tangannya terpaksa diamputasi diduga kuat juga terkena peluru tajam. Berdasarkan keterangan dari dokter diduga kuat Rusman juga terkena peluru tajam.
"Peluru karet tidak mungkin membuat tulangnya retak begitu parah," katanya.
Penggunaan peluru tajam, lanjut Kholis semakin dikuatkan dengan luka Farida (44) yang tertembak di bagian lengan atas tembus ke bawah.
"Tangan kirinya tembus, itu tidak mungkin bisa dilakukan jika gunakan peluru karet," pungkasnya.
Komisioner Komnas HAM Nur Kholis membeberkan, dari hasil investigasi di lapangan, Komnas HAM memastikan adanya penggunaan peluru tajam dalam bentrokan antara warga dengan Brimob di Desa Limbangan Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Bahkan berdasarkan keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Angga (12) korban tewas dalam insiden tersebut, dipastikan bahwa Angga terkena peluru tajam.
"Lukanya sangat besar, berdasarkan keterangan dokter, luka seperti itu akibat dari peluru tajam," kata Nur Kholis di Kantor Komnas HAM Jalan Latuharhary, Jakarta, Senin (13/8/2012).
Menurutnya, Angga tertembak saat bermain di tengah jalan bersama rekan seusianya. Bahkan ada teman Angga yang diduga terkena serempetan peluru.
Selain itu, Rusman (36) yang tangannya terpaksa diamputasi diduga kuat juga terkena peluru tajam. Berdasarkan keterangan dari dokter diduga kuat Rusman juga terkena peluru tajam.
"Peluru karet tidak mungkin membuat tulangnya retak begitu parah," katanya.
Penggunaan peluru tajam, lanjut Kholis semakin dikuatkan dengan luka Farida (44) yang tertembak di bagian lengan atas tembus ke bawah.
"Tangan kirinya tembus, itu tidak mungkin bisa dilakukan jika gunakan peluru karet," pungkasnya.
(ysw)