Budayawan: Pemerintah mulai diacuhkan
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 10:17 WIB
Budayawan: Pemerintah mulai diacuhkan
A
A
A
Sindonews.com - Budayawan, Radar Panca Dahana menegaskan kalau maraknya korupsi di Indonesia karena imbauan pemerintah sudah tak didengar lagi. Ironisnya, korupsi sudah membudaya dan sangat sistematis sehingga sulit diberantas.
Dalam diskusi polemik Sindo Radio bertema "Merdeka Itu Relatif", Radar menilai kalau koruptor di Indonesia seperti mempunyai pemerintahan sendiri.
Tiga lembaga hukum yang dimiliki pemerintah untuk memberantas bahaya laten ini, malah 'saling sikut'. Kondisi itu justru membuat koruptor makin berani dan nekat. "Koruptor mempunyai pemerintahan sendiri, meskipun ada imbauan, sudah tidak akan didengarkan," kata Radar saat diskusi berlangsung di warung daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012).
Radar menyatakan, maraknya penyakit korupsi saat ini sebagai bukti bahwa pemerintah sudah tidak didengarkan lagi, sehingga imbaun bahkan komitmen yang sering disuarakan sudah tidak didengarkan lagi. Akhirnya korupsi kian marak.
Pemberantasan korupsi tidak cukup dengan janji, tapi presiden sebagai panglima harus komitmen dengan tindakan nyata. "Tidak cukup dengan kata-kata, butuh komitmen yang kuat," pungkasnya.
Dalam diskusi polemik Sindo Radio bertema "Merdeka Itu Relatif", Radar menilai kalau koruptor di Indonesia seperti mempunyai pemerintahan sendiri.
Tiga lembaga hukum yang dimiliki pemerintah untuk memberantas bahaya laten ini, malah 'saling sikut'. Kondisi itu justru membuat koruptor makin berani dan nekat. "Koruptor mempunyai pemerintahan sendiri, meskipun ada imbauan, sudah tidak akan didengarkan," kata Radar saat diskusi berlangsung di warung daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012).
Radar menyatakan, maraknya penyakit korupsi saat ini sebagai bukti bahwa pemerintah sudah tidak didengarkan lagi, sehingga imbaun bahkan komitmen yang sering disuarakan sudah tidak didengarkan lagi. Akhirnya korupsi kian marak.
Pemberantasan korupsi tidak cukup dengan janji, tapi presiden sebagai panglima harus komitmen dengan tindakan nyata. "Tidak cukup dengan kata-kata, butuh komitmen yang kuat," pungkasnya.
(ysw)