Elektabilitas naik, Gerindra konsisten ekonomi kerakyatan
Kamis, 09 Agustus 2012 - 14:16 WIB
Elektabilitas naik, Gerindra konsisten ekonomi kerakyatan
A
A
A
Sindonews.com - Survei terbaru Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menempatkan elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di posisi ke empat 5,2 persen, di bawah Partai Golkar 18 persen, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 11,6 persen, dan Partai Demokrat 11,1 persen.
Anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, partai berlambang kepala burung Garuda itu akan tetap mempertahankan elektabilitas partai, konsisten terhadap gagasan ekonomi kerakyatan.
"Kita konsen pada ekonomi kerakyatan dan pemberantasan korupsi," ujar Martin di Gedung DPR, kompleks Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2012).
Martin menerangkan, untuk memuluskan program ekonomi kerakyatan, DPP Partai Gerindra akan memerintah kepada seluruh kadernya di pusat, atau di daerah untuk menyampaikan gagasan ekonomi kerakyatan dan melakukan pendampingan langsung terhadap warga.
"Kita akan minta seluruh kader Gerindra, harus aktif bicara dan memperjuangkan rakyat. Kita akan habis-habisan menolak impor pangan," tandasnya.
Dia menuturkan, sebagai wujud konkret partai besutan Prabowo Subianto itu tetap konsisten untuk berpihak kepada rakyat, serta memperjuangkan nasib rakyat.
"Bagaimana menolak kenaikan BBM, bagaimana Gerindra menolak pembubaran KPK, bagaimana Gerindra tidak boleh studi banding. Itu akan lebih hebat," pungkasnya.
Anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, partai berlambang kepala burung Garuda itu akan tetap mempertahankan elektabilitas partai, konsisten terhadap gagasan ekonomi kerakyatan.
"Kita konsen pada ekonomi kerakyatan dan pemberantasan korupsi," ujar Martin di Gedung DPR, kompleks Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2012).
Martin menerangkan, untuk memuluskan program ekonomi kerakyatan, DPP Partai Gerindra akan memerintah kepada seluruh kadernya di pusat, atau di daerah untuk menyampaikan gagasan ekonomi kerakyatan dan melakukan pendampingan langsung terhadap warga.
"Kita akan minta seluruh kader Gerindra, harus aktif bicara dan memperjuangkan rakyat. Kita akan habis-habisan menolak impor pangan," tandasnya.
Dia menuturkan, sebagai wujud konkret partai besutan Prabowo Subianto itu tetap konsisten untuk berpihak kepada rakyat, serta memperjuangkan nasib rakyat.
"Bagaimana menolak kenaikan BBM, bagaimana Gerindra menolak pembubaran KPK, bagaimana Gerindra tidak boleh studi banding. Itu akan lebih hebat," pungkasnya.
(mhd)