Akbar minta DPP Golkar jangan main pecat
Kamis, 19 Juli 2012 - 13:08 WIB
Akbar minta DPP Golkar jangan main pecat
A
A
A
Sindonews.com - Ancaman pemecatan DPP Golkar kepada kader yang nekat dicalonkan sebagai presiden oleh partai lain mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung.
Dia meminta agar seluruh pengurus DPP Golkar tidak mudah mengeluarkan kata-kata pecat, kecuali ada masalah sangat prinsipil.
"Kita jangan terlalu mudah menganjurkan kata pemecatan terutama pada iklim politik di era demokrasi seperti saat ini, orang-orang tentu saja memiliki kesempatan mencalonkan tokoh yang terbaik untu menduduki jabatan penting," ujar Akbar kepada wartawan di Kalibata, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Menurut Akabar, JK memang sering disebut-sebut layak maju menjadi capres dan dilirik sejumlah partai lain. Namun mantan Ketua Umum PB HMI ini belum melihat adanya tanda-tanda JK akan pindah ke partai di luar Golkar.
"Jadi kita tidak usah mengeluarkan kata pemecatan dan belum ada tanda-tanda Pak JK menjadi calon perpol lain," kata dia.
Golkar tak memiliki alasan tepat untuk memecat JK, karena selama ini JK hanya disebut-sebut layak maju sebagai capres dari parpol lain. Apalagi, capres dari Golkar Aburizal Bakrie (Ical) sudah mempersilakan JK maju baik sebagai capres atau cawapres melalui partai lain, bukan melalui Partai Golkar.
"Enggak ada rencana untuk memecat JK itu. Kenapa mesti dipecat emang dia bikin kesalahan apa," tukasnya.
Keputusan Rapimnas III Partai Golkar memutuskan kader Golkar yang maksa maju sebagai capres atau cawapres dari selain Partai Golkar akan dipecat dari keanggotaan partai. Kebijakan diberlakukan karena Golkar dua kali gagal dalam pilres.
Dia meminta agar seluruh pengurus DPP Golkar tidak mudah mengeluarkan kata-kata pecat, kecuali ada masalah sangat prinsipil.
"Kita jangan terlalu mudah menganjurkan kata pemecatan terutama pada iklim politik di era demokrasi seperti saat ini, orang-orang tentu saja memiliki kesempatan mencalonkan tokoh yang terbaik untu menduduki jabatan penting," ujar Akbar kepada wartawan di Kalibata, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Menurut Akabar, JK memang sering disebut-sebut layak maju menjadi capres dan dilirik sejumlah partai lain. Namun mantan Ketua Umum PB HMI ini belum melihat adanya tanda-tanda JK akan pindah ke partai di luar Golkar.
"Jadi kita tidak usah mengeluarkan kata pemecatan dan belum ada tanda-tanda Pak JK menjadi calon perpol lain," kata dia.
Golkar tak memiliki alasan tepat untuk memecat JK, karena selama ini JK hanya disebut-sebut layak maju sebagai capres dari parpol lain. Apalagi, capres dari Golkar Aburizal Bakrie (Ical) sudah mempersilakan JK maju baik sebagai capres atau cawapres melalui partai lain, bukan melalui Partai Golkar.
"Enggak ada rencana untuk memecat JK itu. Kenapa mesti dipecat emang dia bikin kesalahan apa," tukasnya.
Keputusan Rapimnas III Partai Golkar memutuskan kader Golkar yang maksa maju sebagai capres atau cawapres dari selain Partai Golkar akan dipecat dari keanggotaan partai. Kebijakan diberlakukan karena Golkar dua kali gagal dalam pilres.
(lns)