Korban lumpur minta ganti rugi sebelum Lebaran
Selasa, 10 Juli 2012 - 18:57 WIB
Korban lumpur minta ganti rugi sebelum Lebaran
A
A
A
Sindonews.com - Korban lumpur Lapindo Brantas Hari Suwandi (44) berharap ganti rugi korban lumpur dapat diselesaikan sebelum hari raya Idul Fitri 1433 Hijiriah atau Lebaran.
"Saya berharap (ganti rugi) ini selesai sebelum hari raya, kasihan warga. Karena kebutuhan mereka sudah banyak," ujar Hari di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Harapan Hari semakin besar setelah bos PT Lapindo Brantas yang juga Calon Presiden (Capres) dari Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) berjanji akan segera menuntaskan jual-beli tanah korban lumpur diselesaikan hingga akhir 2012. "Ya mudah-mudahan mereka bisa menyelesaikan semuanya, mudah-mudahan apa yang dikatakan Ical benar," terangnya penuh harap.
Sejak semburan lumpur Lapindo terjadi, Hari mengaku, warga sudah berusaha untuk menuntut haknya. Semua cara, bahkan sudah dilakukan warga. Namun hasilnya nol besar. "Kalau warga bikin pernyataan-pernyataan itu sudah banyak sekali, tapi itu tidak pernah direalisasi," keluhnya.
Ditambahkan Hari, warga Porong Sidoarjo, menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk membantu menyelesaikan persoalan lumpur Lapindo secepatnya.
"Masalah ini sudah enam tahun, yang seharusnya diselesaikam tahun 2008. Ini sudah tahun 2012. Kan diulur-ulur terus, jadi kami berharap ada kesabaran, hati mereka terbuka untuk menyelesaikan masalah ini," pungkasnya.
"Saya berharap (ganti rugi) ini selesai sebelum hari raya, kasihan warga. Karena kebutuhan mereka sudah banyak," ujar Hari di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Harapan Hari semakin besar setelah bos PT Lapindo Brantas yang juga Calon Presiden (Capres) dari Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) berjanji akan segera menuntaskan jual-beli tanah korban lumpur diselesaikan hingga akhir 2012. "Ya mudah-mudahan mereka bisa menyelesaikan semuanya, mudah-mudahan apa yang dikatakan Ical benar," terangnya penuh harap.
Sejak semburan lumpur Lapindo terjadi, Hari mengaku, warga sudah berusaha untuk menuntut haknya. Semua cara, bahkan sudah dilakukan warga. Namun hasilnya nol besar. "Kalau warga bikin pernyataan-pernyataan itu sudah banyak sekali, tapi itu tidak pernah direalisasi," keluhnya.
Ditambahkan Hari, warga Porong Sidoarjo, menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk membantu menyelesaikan persoalan lumpur Lapindo secepatnya.
"Masalah ini sudah enam tahun, yang seharusnya diselesaikam tahun 2008. Ini sudah tahun 2012. Kan diulur-ulur terus, jadi kami berharap ada kesabaran, hati mereka terbuka untuk menyelesaikan masalah ini," pungkasnya.
(san)