Memutuskan nasib ZD Golkar susah
Selasa, 10 Juli 2012 - 17:59 WIB
Memutuskan nasib ZD Golkar susah
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar belum menentukan sikapnya terhadap kader yang tersangkut perkara hukum. Begitu pula terhadap Zulkarnaen Djabar (ZD) yang diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Alquran.
"Kami belum mengambil sikap. Sebab, selama ini ZD sendiri belum dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tapi sudah dijadikan tersangka. Jadi kami memutuskan nasib dia susah juga," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Sharif Cicip Sutarjo di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2012).
Tapi jika nanti ZD benar-benar terbukti bersalah, maka ZD akan diberhentikan. "Tindakan nyata kami sementara ini memberhentikan dia dari anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR," ujarnya.
Sementara itu, ketika ditanya penetapan kader Golkar sebagai tersangka terkait dengan pencapresan Aburizal Bakrie (Ical), Cicip enggan berkomentar.
"Saya tidak mau prasangka buruk. Tapi mungkin-mungkin saja. Tapi yah saya tidak mau prasangka buruk," kata Cicip.
"Kami belum mengambil sikap. Sebab, selama ini ZD sendiri belum dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tapi sudah dijadikan tersangka. Jadi kami memutuskan nasib dia susah juga," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Sharif Cicip Sutarjo di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2012).
Tapi jika nanti ZD benar-benar terbukti bersalah, maka ZD akan diberhentikan. "Tindakan nyata kami sementara ini memberhentikan dia dari anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR," ujarnya.
Sementara itu, ketika ditanya penetapan kader Golkar sebagai tersangka terkait dengan pencapresan Aburizal Bakrie (Ical), Cicip enggan berkomentar.
"Saya tidak mau prasangka buruk. Tapi mungkin-mungkin saja. Tapi yah saya tidak mau prasangka buruk," kata Cicip.
(lns)