Organisasi partai harus dibenahi
Selasa, 10 Juli 2012 - 08:06 WIB
Organisasi partai harus dibenahi
A
A
A
Sindonews.com – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) terus menyuarakan pentingnya pembenahan organisasi partai politik (parpol) sebagai penyangga demokrasi Indonesia menuju ke arah lebih baik.
"Kelemahan demokrasi kita saat ini adalah karena organisasi parpol sangat rapuh. Kemudian parpol hanya bisa memunculkan tokoh-tokoh capres yang tidak dikehendaki rakyat karena berproses dalam sebuah organisasi kepartaian yang oligarkis dan pragmatis. Makanya, Nasdem hadir agar sistem yang keliru ini bisa dibenahi,” tandas Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto di Jakarta, Senin 9 Juli 2012.
Sugeng menyatakan, tingkat elektabilitas tokoh yang masih sangat rendah merupakan gejala bahwa masyarakat memang sudah lelah dengan karakter politik yang tersuguhkan selama ini. Masyarakat memilih tutup kuping dan mata ketimbang melihat suguhan politik abal-abal yang tidak memberi efek perbaikan nyata bagi kehidupan mereka sehari-hari.
"Saya sebut ini sebagai political fatigue atau kelelahan politik. Masyarakat jenuh dan tidak dapat harapan baik dari tokoh dan pelaku politik. Yang disaksikan adalah banyaknya politikus korupsi sehingga masyarakat mengarah pada apatisme politik,” paparnya.
Atas dasar ini, Sugeng mengatakan, Nasdem tidak akan terjebak dalam dukung-mendukung tokoh tertentu menuju Pilpres 2014 sebab ada fatsun politik yang lebih tepat bahwa organisasi partai politik yang kuat dan didukung rakyat pada gilirannya akan melahirkan pemimpin yang dipercaya masyarakat.
Karena itu, Nasdem akan fokus memenangkan pemilu legislatif terlebih dulu sehingga fatsun politik akan terbangun bahwa hanya parpol pemenang pemilu lah yang berhak mencalonkan presiden.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, pembenahan organisasi partai politik memang menjadi agenda terpenting bangsa Indonesia yang wajib dibenahi.
Besarnya kewenangan dan legitimasi yang dimiliki parpol akan sangat naif apabila pembenahan bangsa dapat dilakukan melalui partai yang tidak sehat. "Semua sendi-sendi negara dikuasai parpol dan karena itu wajib hukumnya membenahi organisasi kepartaian. Pemunculan tokoh dan leadership yang baik pun harus dipelopori dan dilakukan melalui partai yang baik pula,” katanya.
Menanggapi masih banyak masyarakat yang bergeming ditawari calon presiden 2014, Ray menegakan bahwa saat ini masyarakat memang sudah terlalu jenuh dengan masalah yang tidak menyentuh nasib mereka. Masyarakat juga jenuh disuguhi tokoh-tokoh lama yang masih membawa masalah masa lalu dan tidak menjanjikan masa depan.
"Kelemahan demokrasi kita saat ini adalah karena organisasi parpol sangat rapuh. Kemudian parpol hanya bisa memunculkan tokoh-tokoh capres yang tidak dikehendaki rakyat karena berproses dalam sebuah organisasi kepartaian yang oligarkis dan pragmatis. Makanya, Nasdem hadir agar sistem yang keliru ini bisa dibenahi,” tandas Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto di Jakarta, Senin 9 Juli 2012.
Sugeng menyatakan, tingkat elektabilitas tokoh yang masih sangat rendah merupakan gejala bahwa masyarakat memang sudah lelah dengan karakter politik yang tersuguhkan selama ini. Masyarakat memilih tutup kuping dan mata ketimbang melihat suguhan politik abal-abal yang tidak memberi efek perbaikan nyata bagi kehidupan mereka sehari-hari.
"Saya sebut ini sebagai political fatigue atau kelelahan politik. Masyarakat jenuh dan tidak dapat harapan baik dari tokoh dan pelaku politik. Yang disaksikan adalah banyaknya politikus korupsi sehingga masyarakat mengarah pada apatisme politik,” paparnya.
Atas dasar ini, Sugeng mengatakan, Nasdem tidak akan terjebak dalam dukung-mendukung tokoh tertentu menuju Pilpres 2014 sebab ada fatsun politik yang lebih tepat bahwa organisasi partai politik yang kuat dan didukung rakyat pada gilirannya akan melahirkan pemimpin yang dipercaya masyarakat.
Karena itu, Nasdem akan fokus memenangkan pemilu legislatif terlebih dulu sehingga fatsun politik akan terbangun bahwa hanya parpol pemenang pemilu lah yang berhak mencalonkan presiden.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, pembenahan organisasi partai politik memang menjadi agenda terpenting bangsa Indonesia yang wajib dibenahi.
Besarnya kewenangan dan legitimasi yang dimiliki parpol akan sangat naif apabila pembenahan bangsa dapat dilakukan melalui partai yang tidak sehat. "Semua sendi-sendi negara dikuasai parpol dan karena itu wajib hukumnya membenahi organisasi kepartaian. Pemunculan tokoh dan leadership yang baik pun harus dipelopori dan dilakukan melalui partai yang baik pula,” katanya.
Menanggapi masih banyak masyarakat yang bergeming ditawari calon presiden 2014, Ray menegakan bahwa saat ini masyarakat memang sudah terlalu jenuh dengan masalah yang tidak menyentuh nasib mereka. Masyarakat juga jenuh disuguhi tokoh-tokoh lama yang masih membawa masalah masa lalu dan tidak menjanjikan masa depan.
(lil)