Pengaduan ke presiden tertunda

Selasa, 10 Juli 2012 - 07:48 WIB
Pengaduan ke presiden...
Pengaduan ke presiden tertunda
A A A
Sindonews.com – Setibanya di Ibu Kota setelah jalan kaki dari Sidoarjo, korban lumpur Lapindo Hari Suwandi (44), beserta rekannya Haryowiyono (42), sibuk menghadiri beberapa acara.

Hari kedua di Ibu Kota yang semula direncanakan dipakai mengunjungi Istana Negara, akhirnya ditunda. Setelah tiba pada Minggu 8 Juli 2012 pagi yang jalan kaki diiringi Haryo dengan mengendarai sepeda motor, malamnya menginap di LBH Jakarta. Sepeda motor bebek dengan poster berisi tentang misinya berjalan kaki, sebuah caping, dan dua bendera Merah Putih, kemarin terparkir di pelataran.

Hari dan Haryo kemarin sibuk dengan beberapa agenda, seperti memenuhi undangan wawancara dan jumpa pers bersama Walhi. Aksi keduanya memang banyak mengundang simpati masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui. Berbekal uang saku Rp650.000 hasil jualan kaset film dokumenter dan menggadaikan STNK, keduanya menempuh perjalanan jauh.

Sayangnya, uang itu kemudian hilang karena kecopetan saat keduanya menginap di masjid. Hal ini memaksanya membuat surat kehilangan sebagai 'modal' pengganti melanjutkan perjalanan. Keduanya tidak patah arang demi menuntut keadilan. Selama perjalanan, dia mendapat sambutan dan sumbangan dari warga untuk bekal ke Jakarta. Saat malam tiba, dia menumpang tidur dimasjid ataupun kantor organisasi pemuda.

Dia mencontohkan saat tiba di Rembang, dia dan rekannya disambut mantan bupati setempat. "Di Pati, para petani juga menyambut kami,” ceritanya.

Dia mengungkapkan bahwa aksinya ini sebagai salah satu bentuk protes, karena pihaknya melihat ada siasat pelepasan tanggung jawab yang dilakukan Lapindo. Begitu juga dengan pemerintah yang dinilai lemah dalam penyelesaian kasus ini.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur Bambang Catur Nusantara mengatakan, berbagai cara dilakukan masyarakat agar Lapindo segera memenuhi kewajibannya membayar ganti rugi akibat semburan lumpur. Hanya, pihak perusahaan terus mengulur-ulur kewajibannya tersebut. "Tidak ada cara lain, pemerintah harus turun tangan. Pemerintah harus menekan agar tidak membiarkan perusahaan Lapindo terus mengulur-ulur janji membayar ganti rugi,” kata Catur.
(lil)
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved