Prestasi dan tata kelola

Rabu, 04 Juli 2012 - 09:42 WIB
Prestasi dan tata kelola
Prestasi dan tata kelola
A A A
Piala Eropa 2012 telah berakhir. Spanyol berhasil mengukir sejarah karena sukses melakukan back-to-back champions yang belum pernah dilakukan negara Eropa mana pun. Prestasi ini menasbihkan sepak bola Spanyol pada titik tertinggi di Eropa atau bahkan di bumi ini.

Prestasi ini seolah menjadi obat pelipur di saat Negeri Matador tersebut diterpa krisis ekonomi. Bahkan laporan Eurostat menyebut angka pengangguran Spanyol tertinggi dan menyentuh bilangan 24,3% atau satu di antara empat penduduknya menganggur. Hasil yang ditorehkan Iker Casilas dkk adalah sebuah prestasi yang diperoleh dari sebuah proses manajemen sepak bola yang baik.

Kompetisi ataupun pembinaan berjalan dengan baik. Sekolah-sekolah sepak bola dari setiap klub berjalan dengan baik. Kompetisi dikelola dengan baik, bahkan bisa dijual ke luar negeri. Venue atau stadion yang dimiliki oleh sebuah klub bisa menjadi barang dagangan negeri atau klub tersebut.

Singkatnya, dengan pengelolaan sepak bola yang baik, tak hanya prestasi membanggakan saja yang bisa diraih, tetapi peningkatan pendapatan baik negara atau klub juga naik.

Nah, lalu bagaimana dengan Indonesia? Memang tidak bisa apple to apple jika membandingkan sepak bola Spanyol dengan Indonesia. Tapi setidaknya potensi Indonesia untuk bisa seperti Spanyol atau negara Eropa lainnya ada. Indonesia mempunyai penggemar sepak bola yang fanatik, tak kalah dengan Spanyol. Bahkan di tingkat Asia, Indonesia bisa masuk tiga besar dalam hal fanatisme sepak bola bersama Jepang dan Korea Selatan.

Dengan jumlah penduduk yang lebih besar, potensi tersebut bisa dikembangkan seiring dengan prestasi sepak bola negara yang bagus. Bisa kita saksikan, animo masyarakat saat menyaksikan timnas Indonesia bertanding. Dengan prestasi yang belum maksimal saja Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak mampu menampung fanatisme masyarakat kita. Potensi besar yang dimiliki Indonesia ini bisa dikembangkan asal sepak bola di Indonesia bisa berprestasi.

Syarat sebuah prestasi adalah pengelolaan yang benar. Jika belum ada prestasi, berarti masih ada manajemen atau pengelolaan yang salah. Begitulah hukumnya. Di semua negara dengan prestasi sepak bola yang bagus, dipastikan pengelolaan sepak bola berjalan dengan baik dan benar. Dukungan pemerintah dalam hal ini juga diperlukan sebagai pendukung agar pengelolaan sepak bola menjadi benar.

Contoh sederhana adalah dengan melihat kompetisi bibit muda yang dikelola swasta dan sudah berjalan beberapa tahun. Pihak swasta merasa bingung ketika mau menggandeng otoritas sepak bola di negeri ini karena tidak mempunyai tata kelola yang benar. Padahal beberapa pihak swasta siap mendanai kompetisi tingkat pemula untuk memunculkan bibit muda.

Sebenarnya, dalam hal ini otoritas sepak bola di negeri ini hanya sebagai fasilitator. Persoalan dana, yang katanya minim, pihak swasta siap mem-back up. Namun karena tidak ada kejelasan sistem tata kelola pembinaan, pihak swasta lebih memilih jalan sendiri dan sekadar melaporkan kegiatan mereka.

Padahal, jika otoritas sepak bola ini mau menggandeng mereka, dipastikan akan lebih mudah mencari bibit-bibit muda yang menjadi harapan timnas. Itu baru satu contoh dan masih banyak contoh pengelolaan sepak bola yang benar.

Di negara tetangga seperti Malaysia, pemerintah mendorong pihak swasta untuk bisa mendatangkan klub-klub Eropa agar bisa merangsang prestasi sepak bola di negerinya. Nah, bagaimana dengan Indonesia? Sumber daya manusia di sepak bola baik bibit maupun penggemar fanatik sudah ada, begitu juga dengan pihak swasta yang siap mem-back up.

Berikutnya adalah bagaimana mengelola sumber daya tersebut? Apakah akan diperebutkan seperti sekarang atau dirangkul lantas dikelola dengan baik? Otoritas sepak bola dan pemerintah negeri ini yang bisa melakukannya.
(lil)
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved