Zulkarnaen diduga terima suap miliaran

Selasa, 03 Juli 2012 - 08:19 WIB
Zulkarnaen diduga terima...
Zulkarnaen diduga terima suap miliaran
A A A
Sindonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan nilai suap dalam proyek pengadaan Alquran di Kementerian Agama (Kemenag) mencapai miliaran rupiah.

Politikus Partai Golkar Zulkarnaen Djabar (ZD), yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, diduga menerima suap lebih dari Rp4 miliar. Juru Bicara KPK Johan Budi menuturkan, uang suap itu bukan hanya dinikmati oleh Zulkarnaen, melainkan juga oleh anaknya, Dendi Prasetya, yang menjabat sebagai direktur utama PT Karya Sinergi Alam Indonesia (KSAI).

“Tujuannya agar ZD bisa mengatur dan mengarahkan nilai anggaran proyek di Kemenag,” kata Johan Budi di Gedung KPK,Jakarta, Senin 2 Juli 2012.

Suap yang diterima Zulkarnaen dan Dendi diduga terkait tiga proyek Kemenag. Proyek dimaksud yakni pengadaan laboratorium untuk madrasah tsanawiyah (MTs) tahun 2011 senilai Rp31 miliar, pengadaan kitab suci Alquran tahun 2011 senilai Rp20 miliar, dan pengadaan Alquran tahun 2012. KPK menduga, uang suap berasal dari para rekanan proyek pengadaan di Kemenag.

Ada dua perusahaan yang menangani proyek pengadaan di Kemenag. PT AAAI menangani proyek pengadaan Alquran, sedangkan PT BKM memenangkan proyek pengadaan laboratorium dan sistem komputer untuk MTs. “Pemberiannya diduga dari pihak swasta, tapi itu masih ditelusuri,” ujar Johan.

Johan menambahkan, selain kasus suap, KPK juga sedang mengusut dugaan korupsi dalam tiga proyek tersebut. KPK tengah mengumpulkan dua alat bukti yang cukup untuk membawa kasus korupsi pengadaan di Kemenag ke tahap penyidikan.

“Kita juga sedang menyelidiki pengadaannya,” ungkapnya.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menduga, kasus pengadaan Alquran melibatkan pejabat internal Kemenag. Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil investigasi kementerian yang dipimpinnya.

Namun, dia menolak menyebutkan nama pejabat yang bersangkutan dengan alasan masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum diungkap. “Aroma tak sedap atau keterlibatan pejabat Kemenag itu ada,” ungkap Suryadharma.

Dia menjelaskan, sebelumnya investigasi yang dilakukan Kemenag hanya bersifat biasa. Investigasi tahap lanjutan ditingkatkan menjadi investigasi khusus ketika ditengarai ada keterlibatan pejabat internal Kemenag.

Investigasi khusus tersebut berupa pemeriksaan khusus terhadap pejabat yang diduga kuat terlibat. Menag mempersilakan KPK mengusut tuntas semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Alquran tersebut.

Kemenag akan bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap semua yang terlibat agar menemukan titik terang. "Saya tidak akan menghalangi proses hukum yang tengah berlangsung di KPK,” katanya.

Inspektorat Jenderal Kemenag M Suparta mengatakan, hasil investigasi awal menunjukkan ada kelemahan dalam prosedur proyek pengadaan Alquran. Karena itu, pihaknya meningkatkan proses investigasi pada tahap pemeriksaan khusus. Pejabat yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Alquran akan diketahui dari hasil investigasi pemeriksaan khusus. Pihaknya membutuhkan waktu 10 hari untuk menuntaskan investigasi pemeriksaan khusus.

"Pemeriksaan awal berkas pengadaan telah dilakukan. Kini sudah dimulai pemeriksaan khusus,” kata Suparta.

Sementara itu, tersangka kasus dugaan suap pengadaan Alquran di Kemenag, Zulkarnaen Djabar, kemarin muncul ke publik. Anggota Komisi VIII DPR ini mengaku, kasus yang dihadapinya sama sekali tidak melibatkan kelembagaan Partai Golkar. "Apa yang menimpa saya ini terkait posisi saya di DPR. Saya akan hadapi secara pribadi. Ini memang masalah pribadi saya,” tandasnya.

Dia menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Golkar. Di samping itu, dia juga meminta maaf kepada Komisi VIII DPR, tempatnya bertugas. Zulkarnaen yakin partainya akan memberikan perlindungan hukum terhadap dirinya. "Langkah ke depan, saya akan konsultasi dengan teman-teman pakar hukum. Saya juga akan berkonsultasi dengan senior-senior saya di Golkar,” ucapnya.

Saat jumpa pers, Zulkarnaen yang menggunakan baju batik cokelat tampak didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Ismail. Ketika menyampaikan keterangan, Zulkarnaen tampak sedikit tegang. Di sela-sela jumpa pers, dia sempat mencoba menghilangkan ketegangannya dengan berkelakar saat wartawan menanyakan kasus yang dihadapinya. "Tepuk tangan buat kita semua,” selorohnya.

Zulkarnaen enggan berkomentar mengenai substansi perkara dugaan suap pengadaan Alquran. Dia terus mengelak ketika ditanya wartawan mengenai materi perkara. "Saya masih menunggu pemeriksaan. Nanti barulah saya sampaikan semua kepada KPK,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono berpendapat, dugaan kasus suap proyek pengadaan Alquran bisa mengganggu citra Partai Golkar. Dia meminta agar kasus tersebut dapat segera dituntaskan.
(lil)
Berita Terkait
PT Semen Tonasa Bantu...
PT Semen Tonasa Bantu Pengadaan Alquran Braille untuk Tunanetra
KPK Koordinasi Penanganan...
KPK Koordinasi Penanganan Korupsi Benih Bawang Merah di NTT
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi MAN Model 1 Manado Segera Disidangkan
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101 Jhon Irfan Kenway
Rugikan Negara Rp30,2...
Rugikan Negara Rp30,2 Miliar, KPK Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Lahan PTPN XI
Tersangka Korupsi Damkar...
Tersangka Korupsi Damkar Depok Bertambah, PNS Pejabat Pengadaan
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved