RI masuk daftar negara gagal, Marzuki meradang

Rabu, 20 Juni 2012 - 21:21 WIB
RI masuk daftar negara...
RI masuk daftar negara gagal, Marzuki meradang
A A A
Sindonews.com - Hasil penelitian kontroversial baru-baru ini dikeluarkan lembaga riset nirlaba The Fund for Peace. Dalam penelitiannya, lembaga itu merilis, Indonesia masuk dalam daftar indeks negara gagal.

Hasil penelitian itu kontan menimbulkan reaksi dari para politikus Senayan. Reaksi yang cukup keras datang dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie. Bukan hanya tidak percaya hasil penelitian tersebut, Marzuki justru balik mempertanyakan kredibilitas lembaga itu.

"Akreditasi lembaga tersebut perlu dipertanyakan, karena kontradiktif dengan kenyataan banyak negara yang menaruh hormat dengan Indonesia karena mampu mengatasi krisis, justru aneh ada yang bilang kita gagal," ujar Marzuki saat dihubungi, Rabu (20/6/2012).

Kritik Marzuki terhadap penelitian itu bukan tidak mendasar. Di saat banyak negara memuji Indonesia, karena dinilai sanggup bertahan dari krisis, dan banyak negara ingin menjalin kerja sama, tiba-tiba keluar hasil penelitian yang mengejutkan.

"Banyak pemimpin dunia datang ke Indonesia, ada yang belum pernah seperti Portugal dan lain-lain ingin menjalin hubungan ekonomi dengan Indonesia," tukasnya. (san)
()
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved