SBY harus turun langsung tangani Papua
Selasa, 19 Juni 2012 - 14:15 WIB
SBY harus turun langsung tangani Papua
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus secara nyata ikut turun tangan langsung dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di Papua. Sebab, tim khusus yang ditugasi SBY untuk menjembatani masyarakat Papua dengan pemerintah tidak berjalan efektif.
"Sepanjang tidak ada perubahan radikal yang dipimpin langsung presiden, penembakan akan terus berlanjut. Hal tersebut terjadi karena situasi tanpa kendali sedang berlangsung di Papua," kata Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Selama ini menurutnya, polisi sebagai penanggung jawab keamanan di wilayah tersebut sudah tidak berdaya menghadapi situasi yang semakin terkendali. Kenyataan tersebut ditambah jumlah TNI yang melebihi batas seperti Daerah Operasi Militer (DOM), serta kegiatan kontraintelijen yang terjadi di Papua.
"Penembakan yang terakhir akan bernasib sama dengan penembakan lainnya yang terjadi sejak 1999. Tidak ada yang bisa diungkap," ujarnya.
Dia juga menegaskan, SBY tidak lagi perlu banyak menunggu laporan dari bawahannya dan segera memimpin dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh warga Papua. "SBY harus memerintahkan bawahannya untuk menciptakan situasi yang kondusif, dan menciptakan kepercayaan warga Papua. Serta dapat memenuhi tuntutan untuk menarik pasukan TNI AD dari Papua," tukasnya. (lil)
"Sepanjang tidak ada perubahan radikal yang dipimpin langsung presiden, penembakan akan terus berlanjut. Hal tersebut terjadi karena situasi tanpa kendali sedang berlangsung di Papua," kata Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Selama ini menurutnya, polisi sebagai penanggung jawab keamanan di wilayah tersebut sudah tidak berdaya menghadapi situasi yang semakin terkendali. Kenyataan tersebut ditambah jumlah TNI yang melebihi batas seperti Daerah Operasi Militer (DOM), serta kegiatan kontraintelijen yang terjadi di Papua.
"Penembakan yang terakhir akan bernasib sama dengan penembakan lainnya yang terjadi sejak 1999. Tidak ada yang bisa diungkap," ujarnya.
Dia juga menegaskan, SBY tidak lagi perlu banyak menunggu laporan dari bawahannya dan segera memimpin dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh warga Papua. "SBY harus memerintahkan bawahannya untuk menciptakan situasi yang kondusif, dan menciptakan kepercayaan warga Papua. Serta dapat memenuhi tuntutan untuk menarik pasukan TNI AD dari Papua," tukasnya. (lil)
()