4 tersangka suap PON Riau segera disidangkan

Jum'at, 25 Mei 2012 - 20:11 WIB
4 tersangka suap PON...
4 tersangka suap PON Riau segera disidangkan
A A A
Sindonews.com - Empat orang tersangka kasus suap pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII Riau akan segera menjalani proses persidangan pada pekan depan .

"Minggu depan lebih fokus pada kelengkapan yang empat tersangka. Semoga tidak lama naik status ke P21," ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (25/5/2012).

Seperti diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang tersangka pada kasus suap pengesahan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Anggaran Pembangunan Arena (venue) PON XVIII Provinsi Riau. Empat tersangka itu ditahan setelah KPK memiliki cukup bukti keterlibatan mereka dalam praktik suap terkait pembahasan Perda Nomor 6 Tahun 2010 tentang Pembangunan Venue PON.

Empat tersangka tersebut adalah M Faisal Aswan selaku anggota DPRD dari Parta Golkar, Muhammad Dunir dari PKB, Eka Dharma Putra selaku Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Provinsi Riau dan Rahmat Syahputra selaku karyawan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero. (wbs)
()
Berita Terkini
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved