Takut dihukum, Angie pasti terima tawaran KPK
Rabu, 02 Mei 2012 - 15:11 WIB
Takut dihukum, Angie pasti terima tawaran KPK
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi III DPR RI Martin Hutabarat berkeyakinan penuh, tersangka kasus wisma atlet Angelina Sondakh, akan membongkar seluruh kasus korupsi yang melibatkan petinggi Partai Demokrat setelah dia ditawari untuk menjadi Justice Collaborator oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Keyakinan tersebut dikarenakan banyaknya berbagai faktor yang menjadi pertimbangan tersendiri bagi mantan Puteri Indonesia tersebut untuk menerima tawaran penting dari lembaga superbody tersebut.
“Saya berkeyakinan Angie akan mau kerjasama dengan KPK, karena menjadi tahanan selama berpuluh tahun pasti akan berat bagi seorang Angie,“ ujar Martin saat dihubungi sindonews, Rabu (2/5/2012).
Martin juga mengatakan, dengan diterimanya tawaran Abraham Samad cs tersebut mampu untuk memulihkan namanya di masyarakat saat ini yang sudah semakin miring di mata masyrakat.
“Terus terang masih ada peluangnya muncul kedepan sebagai publik figur sesudah selesai menjalani hukumannya kalau Angie bersedia membongkar korupsi di Banggar ini. Tapi akan tertutup peluangnya tampil di masyarakat kelak kalau dia tidak mau kerjasama dengan KPK,“ jelasnya. (wbs)
Keyakinan tersebut dikarenakan banyaknya berbagai faktor yang menjadi pertimbangan tersendiri bagi mantan Puteri Indonesia tersebut untuk menerima tawaran penting dari lembaga superbody tersebut.
“Saya berkeyakinan Angie akan mau kerjasama dengan KPK, karena menjadi tahanan selama berpuluh tahun pasti akan berat bagi seorang Angie,“ ujar Martin saat dihubungi sindonews, Rabu (2/5/2012).
Martin juga mengatakan, dengan diterimanya tawaran Abraham Samad cs tersebut mampu untuk memulihkan namanya di masyarakat saat ini yang sudah semakin miring di mata masyrakat.
“Terus terang masih ada peluangnya muncul kedepan sebagai publik figur sesudah selesai menjalani hukumannya kalau Angie bersedia membongkar korupsi di Banggar ini. Tapi akan tertutup peluangnya tampil di masyarakat kelak kalau dia tidak mau kerjasama dengan KPK,“ jelasnya. (wbs)
()