PD: PKS lebih terhormat jika beroposisi

Selasa, 10 April 2012 - 11:37 WIB
PD: PKS lebih terhormat...
PD: PKS lebih terhormat jika beroposisi
A A A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan mengambil keputusan mundur, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri diam dan tak bersikap.
Namun demikian, sejumlah kader Partai Demokrat, terus mendesak agar PKS segera mengambil keputusan mundur tanpa harus menunggu SBY.

Salah satu desakan itu datang dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Didi Irawadi Syamsuddin. Kata Didi, apapun alasannya, PKS jauh lebih terhormat jika secara kesatria keluar dari koalisi. Keluar dari pemerintahan SBY-Boediono, dan segera memposisikan diri sebagai oposisi.

"Tunjukan sikap kesatria kalau memang sudah tidak cocok lagi. Silakan mengambil posisi sebagai oposisi. Itu baru namanya gentlemen dan terhormat," tukas Didi melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (10/4/2012).

Menurut anggota Komisi III DPR ini, tidak hanya di Republik Indonesia, di belahan dunia manapun, apabila sebuah partai berkoalisi, maka akan terikat etika dan harus mentaati semua aturan yang ada.

"Bangunan koalisi seharusnya dimaknai sebagai persamaan sikap politik dalam pengambilan keputusan yang strategis di DPR," ujarnya.

Masih kata Didi, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik yakni 6,5 persen lebih, dimana salah satu tertinggi di Asia. Namun akan sangat terganggu bilamana energi hanya dihabiskan karena ada anggota koalisi yang terus mengganggu pemerintah yang ada untuk kepentingan politik sesaat semata.

"Seyogyanya koalisi bisa solid, dan memikirkan perbaikan dan kesejahteraan bangsa ke depan, apalagi kita yang sedang berada pada momentum yang baik dalam pertumbuhan ekonomi. Mari kita fokus dan bekerja pada kepentingan rakyat, niscaya rakyat akan diuntungkan," paparnya.

Namun, dirinya tak mau mendahului keputusan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan sebagai Ketua Sekretariat Gabungan (Setgab) yang memiliki otoritas penuh. "Kami menyerahkan sepenuhnya pada Ketua Dewan Pembina kami (SBY), sikap apa yang terbaik, dan saya yakin SBY akan memutuskan apa yang terbaik," pungkasnya.(lin)
()
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved