Gerindra dukung Yusril gugat pasal 7 ayat 6 (a)

Kamis, 05 April 2012 - 13:55 WIB
Gerindra dukung Yusril...
Gerindra dukung Yusril gugat pasal 7 ayat 6 (a)
A A A
Sindonews.com - Langkah pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra untuk menguji materi pasal 7 ayat 6 (a) Undang-undang APBN ke Mahkamah Konstitusi (MK) disambut baik oleh partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sekretaris Jendral Gerindra Ahmad Muzani menyambut baik langkah uji materi pasal tersebut karena pasal 7 ayat 6 (a) tidak substansial, keputusan diambil karena didesak oleh waktu.

"Saya sangat senang ada bang Yusril dan kawan-kawan yang mencoba mengkritisi. Dalam memutuskan pasal itu, saya berpendapat cuma kejar tayang sehingga keputusannya tidak substansial," tuturnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4/2012).

Dia mengatakan, apabila DPR ingin memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM, tentunya bukan dengan cara menambahkan ayat dalam pasal 7 UU APBNP tersebut. Sebab, jika terjadi kenaikan harga minyak dunia, pemerintah diharapkan bisa berkonsultasi kembali dengan DPR untuk mencari solusi bukan menambahkan ayat.

"Yang namanya hukum itu, harus tegas mengaturnya. Apabila harga minyak genting berarti kesulitan anggaran, pemerintah bisa berkonsultasi dengan DPR untuk meminta anggaran atau bisa dengan cara mengeluarkan perppu," ujarnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved