Isu BBM ditumpangi untuk 2014

Sabtu, 31 Maret 2012 - 13:56 WIB
Isu BBM ditumpangi untuk...
Isu BBM ditumpangi untuk 2014
A A A
Sindonews.com - Pakar Psikolog Sosial dan Politik, Hamdi Muluk menilai bahwa isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di satu bulan terakhir telah menimbulkan kekisruhan ditingkat lapisan masyarakat.

"Saya melihat bahwa drama selama sebulan terakhir ini seputar BBM, keruhnya luar biasa," ujar Hamdi dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (31/3/2012).

Kekisruhan tersebut, lanjut Hamdi, terlihat dari riuhnya pro dan kontra argumentasi dari berbagai pihak. Banyaknya argumentasi tersebut hingga sulit menentukan argumentasi yang jernih dan jujur.

"Debat pro kontra sulit menemukan argumen yang jernih, dengan kejujuran, akal sehat, kewarasan dan rasionalitas," katanya.

Selain itu, sambung Hamdi, dirinya juga menyayangkan adanya upaya memanipulasi rakyat yang berujung pada tindakan anarkis di jalan-jalan dalam melakukan aksi demonstrasi.

"Kenaikan BBM yang dulu naik 126 persen tak seheboh sekarang. Sekarang ini kan naik hanya 30 persen tapi heboh. Karena ditumpangi untuk mengambil hati rakyat untuk 2014, rakyat dimanipulasi untuk bentrok sana sini, polisi juga kantornya seharusnya tidak boleh diserang. Ongkos sosial, budaya, terlalu besar. Masyarakat diajarkan anarkis, menang sendiri. Ini tidak setara dengan kenaikan yang hanya 30 persen itu," paparnya.

Sebenernya kita harus punya kepercayaan bahwa otuput akan pada kesejahteraan rakyat. Policy maker ada dikantor mba denny dan legislatif. Masalahnya kita kecele, bukan utk rakyat tp politik masing2. Akan menimbulkan
126 persen tak seheboh, ini 30 persen saja, ini utk mengambil hati rakyat utk 2014, rakyat dimanipulasi utk bentrok sana sini, polisi jg kantornya tidak boleh diserang. Output tidak antiklimaks, ongkos sosial, budaya, diajarkan anarkis, menang sendiri, tidak setara.

Bukanya makin maju malah makin mundur, proses politik kita akal sehat, dan nurani. Sebenernya mau agak kalau saja masalah debat bentuk policynya kan mudah. (wbs)
()
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved