Polisi kesulitan usut asal AK-47 di Aceh

Kamis, 09 Februari 2012 - 16:47 WIB
Polisi kesulitan usut...
Polisi kesulitan usut asal AK-47 di Aceh
A A A
Sindonews.com - Pihak kepolisian mengaku masih kesulitan dalam mengusut asal-usul senjata api jenis Avtomat Kalashnikova (AK) 47 yang banyak digunakan oleh kelompok bersenjata di Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Muhammad Taufik mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan darimana asal senjata tersebut. Dari identifikasi peluru di lokasi kejadian, senjata yang digunakan pelaku kemungkinan besar menggunakan senjata serbu AK-47.

"Kita belum bisa pastikan darimana asalnya AK-47 itu. Bisa saja dari luar atau sisa-sisa dari penyerahan eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) belum diserahkan secara keseluruhan," ujar Taufik menjelaskan, Kamis (9/1/2012).

Seperti yang diketahui pada hari Minggu tanggal 5 Februari 2012 yang lalu terjadi penembakan rumah Asnawi Abdurrahman (30) salah satu anggota tim sukses calon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Gampong Geusa Merano, Dusun Aman, Kecamatan Peurlak Aceh Timur.

"Para pelaku penembakan ini menggunakan senjata api AK-47 yang memberondong rumah tersebut sebanyak 20 kali," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Pol) Saud Usman Nasution beberapa waktu yang lalu.(azh)

()
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved