SBY harus mencontoh Mahatma Gandhi

Jum'at, 03 Februari 2012 - 19:06 WIB
SBY harus mencontoh...
SBY harus mencontoh Mahatma Gandhi
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta mencontoh Mahatma Gandhi di India dalam mengambil kebijakan. Hal itu diungkapkan pendiri Institut Titian Perdamaian Ichsan Malik dalam talk show perspektif Indonesia di Pressroom DPD.

"Mahatma Gandi pada waktu itu menyatakan rakyat India tidak boleh beli garam dari Belanda atau Impor. Gandhi meminta kepada rakyatnya harus membuat sendiri garam," ujarnya, Jumat (3/2/2012).

Ditambahkan dia, saat itu India mengalami revolusi hebat. Jika dilihat perbedaannya dengan Indonesia kini dengan India dahulu saat dipimpin Mahatma Gandhi, gaya pemerintahan SBY jelas jauh berbeda.

"Indonesia punya pantai terpanjang di dunia, tapi garam saja kita masih impor sampai saat ini. Pemerintah sama investor saja takut, sama hukumnya juga takut," ungkapnya.

Tidak adanya rasa percaya diri yang tinggi dimiliki para pemimpin Indonesia, mulai dari presiden, gubernur, bupati dan wali kota, menjadi faktor tidak mandirinya bangsa ini. "Perlu ada terobosan di negara ini. Kalau leadershipnya melakukan suatu terobosan, mungkin kita bisa," pungkasnya.

Permasalahan itu, kata dia, juga salah satu penyebab terjadinya permasalahan konflik yang belakangan ini terjadi di Indonesia. (san)
()
Berita Terkini
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Operasional Haji 2026...
Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Imparsial Minta Polisi...
Imparsial Minta Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Infografis
Rusia Harus Siap Bentrokan...
Rusia Harus Siap Bentrokan Langsung dengan NATO 10 Tahun Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved