Demokrat siap ladeni Ical

Selasa, 31 Januari 2012 - 19:03 WIB
Demokrat siap ladeni...
Demokrat siap ladeni Ical
A A A
Sindonews.com - Pelaporan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie ke Bareskrim Mabes Polri terkait pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan dianggap tak berdasar. Demokrat siap meladeni Ical.

Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, Partai Demokrat sudah menyiapkan langkah yang tepat dalam menghadapi gugatan pencemaran nama baik tersebut.

"Ramadhan sudah menyiapkan tim advokasi, dan kita pasti akan bantu apalagi dia kan kader dan salah satu pengurus Partai Demokrat," ujar Saan di DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Menurutnya, tidak ada lobi-lobi politik elit Partai Demokrat terkait gugatan yang dilakukan Ical ini. "Tak ada lobi-lobi," tambahnya.

Dia menjelaskan, Ucapan Ramadhan di media sudah sesuai dengan koridornya. "Terlalu sensitiflah itu, tetapi yang perlu digarisbawahi apa yang disampaikan oleh Bang Ramadhan itu punya argumentasi punya dasar dan punya pijakan dan dipahami bukan fitnah," ucapnya.

Saan menambahkan, selesaikan masalah ini di pengadilan, segala tuduhan sepihak itu biar pengadilan yang memutuskan dan membuktikannya. "Tugas kita adalah bekerja dan bekerja saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pengacara Aburizal Bakrie, Rudy Alfonso mengatakan, kedatangannya hari ini ke Mabes Polri untuk melaporkan Ramadhan Pohan. "Kami melapor terkait pencemaran nama baik," ujar Rudy Alfonso kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta.

Dia menjelaskan, Ramadhan Pohan dilaporkan dengan pasal pencemar nama baik dan fitnah yang diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP. "Nanti terserah penyidik mengembangkan seperti apa," kata Rudy.

Laporan tersebut terkait pernyataan Ramadhan Pohan yang mengaitkan Ical dengan kerusuhan yang terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Ramadhan bilang kalau PT SMN (PT Sumber Mineral Nusantara) yang di Bima itu sebagai mesin ATM Pak Aburizal. Dari mana datanya? Seolah-olah Ical terkait dengan kerusuhan itu," ujarnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
Amerika Serikat Umumkan...
Amerika Serikat Umumkan Siap Perang dengan China!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved