TNI AD: Tank Leopard kebutuhan mendesak

Rabu, 18 Januari 2012 - 14:28 WIB
TNI AD: Tank Leopard...
TNI AD: Tank Leopard kebutuhan mendesak
A A A
Sindonews.com - Rencana Tentara Nasional Indonesia (TNI) membeli kendaraan lapis baja (tank) jenis Leopard bekas tentara Belanda memang menuai polemik di publik. Pasalnya, di balik pembelian tank ini, dicurigai ada kepEntingan bisnis pihak tertentu.

Namun, ditegaskan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, pembelian tank tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebab, Alat Utama Persenjataan (Alutsista) TNI sudah tertinggal dengan negara lain.

"Untuk tank berat kita belum mampu. Sehingga kita berharap ada peningkatan teknologi. Andaikata kita memiliki yang berat, dengan sarat bisa mentransfer sehingga bisa membuat sendiri," ujar Edhie
usai meninjau pameran alat pertahanan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/1/2012).

Dia menjelaskan, Angkatan Darat (AD) saat ini punya 11 batalyon kavaleri. Dari 11 batalion kavaleri, dua batalion di antaranya memiliki tank terbaru yaitu Scorpion. "Itu tank ringan dan lain-lain. Itu semua produk tahun 50-an. Jadi kalau dilihat, kita sudah jauh ketinggalan untuk soal tank," tukasnya.

Lanjutnya, jenis kendaraan lapis baja tersebut ada tiga macam, yaitu ringan, sedang, dan berat. Saat ini, lanjut adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), TNI telah bekerja sama dengan PT Pindad untuk memperbarui kendaraan tank kelas ringan menjadi kelas sedang.

"Leopard itu termasuk yang berat. Saat ini AD bekerja sama dengan Pindad untuk meretrovit tank AMF 13 yang kita punya sebanyak 13 unit untuk dikembangkan agar bisa mencapai kelas sedang," terangnya.

Namun, untuk meretrovit kendaraan tank menjadi kelas berat, Edhie mengatakan, saat ini TNI belum mampu. "Untuk tank berat kita belum mampu. Sehingga kita berharap ada peningkatan teknologi. Andaikata kita memiliki yang berat, dengan sarat bisa mentransfer sehingga bisa membuat sendiri," tutupnya.
()
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved