Pimpinan Banggar - Setjen DPR saling tuding

Rabu, 18 Januari 2012 - 11:41 WIB
Pimpinan Banggar - Setjen...
Pimpinan Banggar - Setjen DPR saling tuding
A A A
Sindonews.com - Tak mau disalahkan gara-gara renovasi ruang rapat, pimpinan Badan Anggaran (Banggar) balik menuding Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR berada di balik kisruh kongkalikong proyek Rp20,4 miliar.

Ketua Banggar DPR, Melchias Markus Mekeng, menyebut Kepala Biro Pemeliharaan Pembangunan dan Instalasi Setjen DPR Soemirat, sebagai pemain proyek renovasi ruang baru Banggar.

"Lama-lama omongannya makin ngawur, menuding pimpinan Banggar yang minta kursi Rp24 juta dari Jerman pula. Mereka yang tahu standar ketentuan, mereka yang pegang anggaran, mereka yang beli, kok kita yang disalahkan?" kata Mekeng saat dihubungi wartawan, Rabu (18/1/2012).

Dia mengakui pimpinan Banggar meminta renovasi ruang rapat dan sekretariat, namun permintaan itu tidak menyertakan spesifikasi kebutuhan yang khusus diajukan.

"Jadi jelas, kursi dari Jerman itu mereka yang ajukan bukan permintaan kita. Memangnya kita kurang kerjaan sampai ngurusin kursi harus seharga Rp 24 juta dan buatan
Jerman?" imbuhnya.

Dia berharap pemeriksaan yang dilakukan Badan Kehormatan (BK) DPR secara objektif menelusuri pangkal persoalan. "Kalau saya curiga Sumirat itulah pemainnya. Sekarang setelah proyek Banggar diributkan, dia seenaknya main tuding. Padahal Setjen-lah pelaksana proyek," sebut dia.

Kemarin saat meninjau ruang Banggar bersama pimpinan dan anggota BK, Soemirat menyebut pemilihan spesifikasi peralatan dan perlengkapan ditunjuk langsung pimpinan Banggar.

Kepada anggota BK, M Nurdin, Soemirat mengatakan pemilihan satu kursi seharga Rp24 juta merupakan kebutuhan Banggar. Usulan pemilihan jenis kursi ini, kata Soemirat datang dari pimpinan Banggar. "Yang minta pimpinan Banggar," tegasnya.

Soemirat juga menjelaskan konsultan proyek mulanya menawarkan sejumlah spesifikasi peralatan dan perlengkapan ruangan. Pimpinan Banggar kemudian memilih spesifikasi tertentu hingga nilai renovasi membengkak menjadi Rp20 miliar. "(Spesifikasi) dipilih oleh Banggar, bukan sekjen. Hanya pimpinan banggar dan wakilnya," tegasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved