Pembuatan kalender DPR telan Rp1,3 miliar

Selasa, 17 Januari 2012 - 11:39 WIB
Pembuatan kalender DPR...
Pembuatan kalender DPR telan Rp1,3 miliar
A A A
Sindonews.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali berulah. Belum kering dalam ingatan masyarakat pemborosan renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) senilai Rp20 miliar lebih, DPR berencana membuat kalender dinding senilai Rp1,3 miliar.

Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengaku terkejut dan mengaku belum tahu tentang rencana pembuatan kalender senilai Rp1,3 miliar. "Saya sejujurnya tidak tahu dan belum tahu. Kalau kalender itu biasanya tiap tahun dicetak. Siapa yang cetak, saya tidak tahu. Dan tidak perlu tahu," ujar Priyo di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Ditambahkan dia, sebagai pimpinan DPR RI, pihaknya hanya berkonsentrasi pada masalah-masalah tugas konstitusi, menjalankan tugas membuat undang-undang, mengawasi pemerintahan, memutuskan anggaran negara secara keseluruhan. "Sementara dapur rumah tangga DPR diurus oleh Badan Urusan Rumah Tangga (BURT)," terangnya.

Dirinya pun belum bisa mengatakan kalender dinding DPR RI itu pantas atau tidak. Namun, Priyo akan segera melihatnya. "Mengenai kalender, kalau terlalu besar anggarannya itu harus dikoreksi," ucapnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2012 ini, DPR tengah banjir proyek pembangunan. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan untuk proyek itu mencapai Rp73,7 miliar.

Berikut rincian pengadaan proyek dengan harga perkiraan sendiri (HPS) seperti dilansir dalam laman www.lpse.dpr.go.id. Terdiri dari pemeliharaan halaman Gedung DPR Zona B (Rp1,8 miliar), cleaning service Gedung DPR Zona A (Rp5,38 miliar), pekerjaan kontrak service kompleks rumah jabatan di Kalibata (Rp36,3 miliar), dan pekerjaan konsultan manajemen.

Selain itu, pemeliharaan ruang persidangan beserta fasilitas pendukung di wisma Griya Sabha, DPR, Kopo, Bogor (Rp4,88 miliar), pengadaan pencetakan Majalah Parlementari (Rp2,97 miliar), pengadaan pencetakan Buletin Parlementaria (Rp3,59 miliar), pemeliharaan dan perawatan medis serta biaya makan hewan rusa di DPR (Rp589 juta).

Proyek berikutnya, pengadaan tenaga produksi TV Parlemen DPR (Rp1.19 miliar), pengadaan pewangi atau pengharum ruangan (DPR Rp1,59 miliar), pemeliharaan halaman Gedung DPR Zona A (Rp2,13 miliar), cleaning service zona C DPR Rp4,71 miliar), cleaning service zona B DPR (Rp4,87 miliar), outsourcing helpdesk (Rp287 juta) dan langganan jasa internet (Rp3,47 miliar). (san)
()
Berita Terkini
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved