Kualitas kerukunan beragama menurun
Rabu, 28 Desember 2011 - 08:14 WIB
Kualitas kerukunan beragama menurun
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah tokoh agama menilai kualitas hidup kerukunan antarumat beragama sepanjang 2011 menurun tajam. Itu ditandai dengan banyaknya kasus kekerasan atas nama agama.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai, kasus intoleransi atas nama agama masih kerap terjadi sepanjang 2011, seperti kasus Cikeusik, kasus Temanggung, kasus terorisme, serta kasus sengketa pendirian rumah ibadah.
“Kasus pelanggaran HAM, intoleransi atas nama agama, kekerasan, dan ketidakadilan masih membayangi perjalanan bangsa sepanjang satu tahun ini.Itu menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan di masa mendatang,”tegas Said pada “Refleksi Akhir Tahun”di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (27/12/2011).
Namun, dia tidak menafikan sejumlah capaian pemerintah seperti penanganan terorisme. Dia mencatat adanya sejumlah capaian pemerintah sepanjang 2011, terutama dalam hal pencegahan aksi terorisme dan pengungkapan terhadap sejumlah kasus korupsi.
”Capaian pada tahun ini ada yang positif dan ada juga yang masih perlu ditingkatkan. Itu tidak bisa kita ingkari, antara lain diungkapnya kasus kejahatan seperti terorisme dan beberapa kasus korupsi, seperti kasus yang melibatkan Nunun Nurbaeti dan Muhammad Nazaruddin, ” ujarnya.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Uskup Martinus Dogma Situmorang mencatat, secara umum kualitas kehidupan umat beragama berada pada level yang sangat mengkhawatirkan, karena selalu diliputi tindak kekerasan.
Bahkan, kekerasan tidak hanya terjadi dalam kehidupan umat beragama, tetapi juga dalam konteks bermasyarakat.Tindakan tersebut salah satunya dipicu oleh masalah kemiskinan.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai, kasus intoleransi atas nama agama masih kerap terjadi sepanjang 2011, seperti kasus Cikeusik, kasus Temanggung, kasus terorisme, serta kasus sengketa pendirian rumah ibadah.
“Kasus pelanggaran HAM, intoleransi atas nama agama, kekerasan, dan ketidakadilan masih membayangi perjalanan bangsa sepanjang satu tahun ini.Itu menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan di masa mendatang,”tegas Said pada “Refleksi Akhir Tahun”di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (27/12/2011).
Namun, dia tidak menafikan sejumlah capaian pemerintah seperti penanganan terorisme. Dia mencatat adanya sejumlah capaian pemerintah sepanjang 2011, terutama dalam hal pencegahan aksi terorisme dan pengungkapan terhadap sejumlah kasus korupsi.
”Capaian pada tahun ini ada yang positif dan ada juga yang masih perlu ditingkatkan. Itu tidak bisa kita ingkari, antara lain diungkapnya kasus kejahatan seperti terorisme dan beberapa kasus korupsi, seperti kasus yang melibatkan Nunun Nurbaeti dan Muhammad Nazaruddin, ” ujarnya.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Uskup Martinus Dogma Situmorang mencatat, secara umum kualitas kehidupan umat beragama berada pada level yang sangat mengkhawatirkan, karena selalu diliputi tindak kekerasan.
Bahkan, kekerasan tidak hanya terjadi dalam kehidupan umat beragama, tetapi juga dalam konteks bermasyarakat.Tindakan tersebut salah satunya dipicu oleh masalah kemiskinan.
()