Menko PMK Ajak Pakar Perkuat Penanganan Pandemi Corona

Selasa, 07 April 2020 - 12:08 WIB
Menko PMK Ajak Pakar...
Menko PMK Ajak Pakar Perkuat Penanganan Pandemi Corona
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menegaskan, pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin untuk menangani pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda Tanah Air.

Dia memastikan dalam penanganan Corona akan terus melibatkan pemerintah daerah, lembaga, akademisi, dan masyarakat.

“Tidak ada keinginan pemerintah untuk melepas kasus ini. Kami justru berharap dan mengajak seluruh masyakat Indonesia untuk berpartisipasi bersatu melawan Covid-19,” ujar Muhadjir seperti dalam keterangan pers Kemenko PMK, Selasa (7/4/2020).

Keseriusan itu ditunjukkan dengan memberlakukan pembatasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tidak hanya mempertimbangkan faktor kesehatan, kebijakan itu juga diterapkan untuk mendukung kondisi sosial ekonomi saat ini hingga pascawabah.

Dalam pertemuan dengan para pakar permodelan dari sejumlah universitas di kantornya, Senin 6 April 2020, Muhadjir mengajak akademisi bersinergi menangani pandemi Covid-19 yang jumlah kasusnya diperkirakan akan terus bertambah.

Menurut dia, jumlah kasus yang terdeteksi saat ini ibarat fenomena gunung es. “Hampir dipastikan angka kasus positif Covid-19 jauh lebih besar dibanding yang tercatat hingga kini, bahkan masih akan terus meningkat tajam,” beber Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2016-2019 tersebut.

Muhadjir mengajak para pakar tersebut untuk membantu penguatan penetapan kebijakan terkait penanganan Covid-19. Misalnya, dengan membantu dalam permodelan dan memberikan laporan terbaru secara berkala mengenai status-status Covid-19.

Di antara yang hadir, salah satu pakar permodelan yang hadir dari Tim Ahli dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengatakan, mendukung kebijakan PSBB yang telah ditetapkan pemerintah. Dia meminta agar strategi itu dijalankan secara agresif untuk mengantisipasi ledakan kasus.

“Kebijakan yang diambil itu tentunya harus dua langkah di depan virus (Corona). PSBB sebaiknya langsung diberlakukan secara nasional. Bila tidak, ini akan menjadi kekhawatiran jika ledakan kasus terjadi dalam tempo yang sama. Hal itu akan berdampak pada fasilitas kesehatan yang nantinya tidak akan cukup,” pesan Pandu.
(dam)
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
DPD RI-Kemenko PMK Bersinergi...
DPD RI-Kemenko PMK Bersinergi Tingkatkan Kualitas Pembangunan Manusia
Menko PMK Sebut Kepatuhan...
Menko PMK Sebut Kepatuhan Jadi Kunci Cegah Penularan Virus Corona
Pesan Luhut, Seluruh...
Pesan Luhut, Seluruh Elemen Bangsa Harus Mencari Solusi Pandemi Covid-19
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Menko Luhut Gandeng...
Menko Luhut Gandeng Uni Emirat Arab Produksi 1 Juta Vaksin Corona
Berita Terkini
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Infografis
Pakar: Israel Tutupi...
Pakar: Israel Tutupi Jumlah Korban Tewas Tentara Sebenarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved