Pemerintah Akui Ada Kelemahan Komunikasi Publik Terkait Corona

Rabu, 11 Maret 2020 - 15:48 WIB
Pemerintah Akui Ada...
Pemerintah Akui Ada Kelemahan Komunikasi Publik Terkait Corona
A A A
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kepresidenan, Dany Amrul Ichdan mengungkapkan, pihaknya mendapati kelemahan dalam komunikasi publik terkait penanganan virus corona atau Covid-19.

(Baca juga: Corona Menggila, DPR Dorong BUMN Produksi Masker Penuhi Kebutuhan)

Hal tersebut terjadi sebelum ditunjuknya Achmad Yurianto sebagai juru bicara pemerintah terkait penanganan virus corona atau Covid-19.

"Beberapa waktu terakhir sebelum juru bicara ditunjuk oleh Presiden memang kita mengakui ada kelemahan komunikasi publik," ujar Dany dalam diskusi di Kantor ILUNI UI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Kelemahan-kelemahan komunikasi publik itu kata Dany, tidak menyalahkan siapa-siapa karena masing-masing menteri punya gaya penyampaiannya masing-masing.

"Prof Nila punya stylenya sendiri, dokter Terawan punya stylenya sendiri masing-masing style itu mungkin memberikan valueted pada zamannya dan masing-masing pemeritah, masing-masing Menteri juga memberikan kontribusi yang diteruskan pada generasi berikut," jelasnya.

Menurut Dany, saat ini masyarakat membutuhkan transparansi sementara pemeritah juga sudah mencoba untuk transparan menurut porsinya.

"Tapi masyarakat melihat kita dianggap kurang accountable dan kurang transparan dalam memberikan informasi nah ini juga harus direspons oleh pemerintah," ungkapnya.

Maka dari itu, pihaknya terus berbenah diri untuk bisa memberikan informasi secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan terkait penanganan virus corona atau Covid-19 ini.

"Sekarang kita harus memperbaiki di tengah keresahan masyarakat khususnya masyarakat yang banyak menganggap tidak percaya dengan apapun yang dikerjakan oleh pemerintah itu menjadi challenging bagi pemerintah," tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Tahun 2023, Tidak Ada...
Tahun 2023, Tidak Ada Lagi Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved