Soal Jabatan Presiden, Jokowi Dinilai Punya Semangat Reformasi

Selasa, 03 Desember 2019 - 15:26 WIB
Soal Jabatan Presiden,...
Soal Jabatan Presiden, Jokowi Dinilai Punya Semangat Reformasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sikapnya terkait isu amendemen UUD 1945. Salah satunya menolak wacana mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Jokowi bahkan menyebut, wacana periode Presiden dipilih tiga periode sengaja ingin menampar muka dirinya.

Politikus Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan, sikap tegas Jokowi yang menolak wacana tersebut menunjukkan, bahwa Jokowi konsisten terhadap tujuan reformasi.

"Saya kira Pak Jokowi menunjukkan beliau adalah reformis sejati yang bisa memahami semangat dan nilai-nilai yang selama ini mengawali era Reformasi," tutur Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Doli mengatakan, salah satu yang melatarbelakangi terjadinya reformasi 1998 yaitu kuatnya isu pembatasan masa jabatan presiden.

"Kita melihat ada kepemimpinan karakter kuat yang ditunjukkan Pak Jokowi bahwa beliau sangat hati-hati dengan isu-isu yang muncul dari orang-orang yang mungkin dalam konteks jangka pendek punya kepentingan terhadap dirinya Pak Jokowi yang bisa menjebak Pak Jokowi dihadap-hadapkan dengan isu-isu reformasi," paparnya.

Menurutnya, sikap Jokowi menunjukkan bahwa Jokowi sangat mengetahui dan bisa menempatkan mana isu-isu strategis dan penting buat bangsa dan negara, dan mana isu yang bisa menjebak dan menyeret Jokowi pada narasi sempit soal kompetisi politik.

Doli menegaskan, meskipun upaya amendemen terus disuarakan MPR yang dipimpin kader Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet), namun hingga kini isu tersebut tidak pernah dibahas khusus di internal Golkar.

"Saya kira itu pernyataan dan sikap pribadi dari Pak Bambamg Soesatyo karena kami di Partai Golkar sampai saat ini tidak pernah membicarakan soal amendemen itu secara khusus. Apalagi isu baru soal tiga periode presiden, itu kami baru mendengar langsung dari Pak Bamsoet dan bukan mewakili suara Golkar," urainya.

Partai Golkar sebagai bagian dari partai pemerintah, mendukung apa yang disampaikan Jokowi karena sesuai dengan jiwa reformasi di mana selama ini Golkar ikut di dalamnya.

"Iya memang itu munculnya pertama kali dari Pak Bamsoet pada saat berkunjung ke PBNU, dan syukur alhamdulillah Pak Jokowi merespons langsung dan menjawabnya secara tegas. Itu yang saya katakan tadi bahwa Pak Jokowi seorang reformis sejati bahwa dia tak mau dilibatkan dalam hal-hal, narasi-narasi yang membawa Indonesia setback ke belakang," katanya.
(maf)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved