Fadel Ungkap Bamsoet Jadi Ketua MPR 'Barter Politik' dengan Airlangga

Senin, 14 Oktober 2019 - 17:02 WIB
Fadel Ungkap Bamsoet...
Fadel Ungkap Bamsoet Jadi Ketua MPR 'Barter Politik' dengan Airlangga
A A A
JAKARTA - Terpilihnya Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua MPR dari Fraksi Golkar disebut-sebut sebagai upaya 'barter politik' antara Bamsoet dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam Munas Golkar pada Desember mendatang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI dari Kelompok DPD, Fadel Muhammad dalam diskusi publik di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

"Saya mengamati demikian adanya (ada deal antara Bamsoet dan Airlangga), saya tidak ikut di dalam setelah saya di DPD," ujar Politikus Senior Golkar ini.

Kendati begitu, kata Fadel, lobi-lobi antara Bamsoet yang saat itu mencalonkan Ketum Golkar berduel dengan Airlangga itu cukup alot. Namun, akhirnya Bamsoet mengalah dan memilih mengisi kursi Ketua MPR.

"Saya mengamati dari luar kalau Pak Bamsoet diberi kesempatan oleh Golkar menjadi Ketua MPR, yang semula dulu Pak Aziz Syamsuddin yang sekarang menjadi Wakil Ketua DPR, maka Bamsoet tidak akan maju pada bulan Desember nanti dalam Munas Partai Golkar," kata Fadel.

Hal senada juga diungkapkan Pakar Politik dari LIPI, Siti Zuhro. Menurutnya, penugasan Bamsoet sebagai Ketua MPR itu berkaitan dengan pencalonannya sebagai Ketua Umum Golkar.

"Iya tadi sudah saya sampaikan (saat diskusi). Tidak mungkin kita tidak mengaitkan politik di eksternal dukungan Golkar kepada MPR gitu ya. Calonnya dengan internalnya calonnya yang juga sedang akan melakukan sukesi di internalnya (Munas)," tutur Zuhro.

Zuhro mengatakan, istilah 'barter politik' dalam sebuah kontestasi partai politik adalah lumrah dan wajar. Peneliti Senior LIPI ini juga menambahkan bahwa Airlangga dan Bamsoet menyadari betapa pentingnya Golkar untuk tetap solid, sehingga demi kepentingan partai ke depan, apa-apa yang bisa dikompromikan itu dilakukan.

"Menurut saya itu bagus buat konsolidasi Golkar menghadapi agenda-agenda ke depan. Itulah politik, itulah politik praktis. Jadi siapa mendapat apa siapa akan berkuasa sebagai apa," imbuhnya.
(kri)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved