Tumbuhkan Minat Baca Milenial lewat Sastra dan Kopi

Minggu, 11 Agustus 2019 - 20:30 WIB
Tumbuhkan Minat Baca...
Tumbuhkan Minat Baca Milenial lewat Sastra dan Kopi
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Sastrawan Budayawan Negara Serumpun (PSBNS) menggelar pertemuan yang mengusung tema Sastra, Perbukuan, Kreativitas dan Kopi Bagi Generasi Muda.

Melalui acara ini, potensi turunnya minat membaca buku masyarakat, khususnya anak-anak atau generasi muda bisa diantisipasi.

Di era digital sekarang ini, minat membaca buku perlahan terkikis dengan perkembangan teknologi yang begitu canggih. Kini, membaca dan menulis tidak harus dengan buku, namun bisa menggunakan smartphone atau ponsel yang membuat anak cenderung asyik sendiri dengan ponsel ketimbang berinteraksi dengan sesama.

Menurut studi World Most Literate Countries yang dilakukan oleh John W Miller, Presiden Central Connecticut State University (CCSU), Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat membaca pada 2016.

Menurunnya minat baca literasi tersebut, membuat sastrawan yang bergelut di dunia perbukuan pun tergerak untuk melakukan perubahan. Untuk itu, Perhimpunan Sastrawan Budayawan Negara Serumpun (PSBNS) mengadakan pertemuan antar-sastrawan dari berbagai Asia Tenggara.

Pertemuan yang mengusung tema Sastra, Perbukuan, Kreativitas dan Kopi Bagi Generasi Muda ini lahir karena berubahnya perilaku manusia dalam membaca buku, yakni dari membaca buku cetak dan beralih menjadi artikel digital.

Rupanya kultur ini tak hanya terjadi di Indonesia saja namun semua negara Asia Tenggara pun ikut terdampak dengan perkembangan teknologi digital yang berakibat pada menurunnya minat baca anak-anak.

"Kelompok sastrawan akan ikut berbicara dan berdiskusi sharing tentang dunia perbukuan yang dibenturkan dengan era digital, karena saat ini para milenial lebih suka membaca digital daripada membaca buku," tutur Free Hearty, Ketua sekaligus founder PSBNS kepada SINDOnews di Coffe Lab, Kopi Kapal Api Center, kawasan Jatibaru Tanah Abang, beberapa waktu lalu.

Gelaran acara tahunan kali ini menghadirkan 70 sastrawan serumpun dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Tak hanya berbicara mengenai perbukuan, para sastrawan juga mengupas tentang budaya minum kopi yang jadi inspirasi saat menulis.

"Kopi itu memberikan inspirasi bagi sastrawan karena saat menulis biasanya selalu ada kopi. Saya juga yakin bahwa teman-teman sastrawan pasti selalu meminum kopi kecuali kalu memang mereka yang punya penyakit. Kopi selalu memberikan semangat untuk para seniman," ujar Sari Narulita, Wakil Ketua PSBNS.

Selain diskusi mengenai problem dan tantangan yang dihadapi dunia literasi di era digital, ada pula berbagai kegiatan lain seperti membaca sajak, penampilan musikalisasi puisi, peluncuran buku, mengulas buku, hingga menyanyikan lagu dari syair puisi karya para sastrawan.

Pertemuan sastrawan serumpun ini sebenarnya digelar rutin setiap tahun. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini seluruh pembicara ditunjuk langsung dari peserta sehingga diskusi jadi lebih terbuka sesuai dengan persepsi masing-masing pembicara.

"Biasanya tema dan acara kami setting terlebih dahulu. Tetapi kali ini kami keluar dari pakem, dan yang menjadi pembicara adalah sastrawan dari peserta. Tetapi ternyata dampaknya lebih menarik karena tidak direncanakan sebelumnya," ujar Free Hearty.

Dalam tema yang mengangkat buku dan digitaliasi ini, ada empat sastrawan yang ditunjuk jadi pembicara untuk berdiskusi. Mereka adalah Malim Ghozali, Raja Ahmad Aminollah, Syamsuddin CH Haesy, dan Hana Fransisca. Hasil dari diskusi tersebut, bahwa eksistensi buku tidak pernah mati.

Digital dan buku akan saling bersinergi satu sama lain. Buku bisa dijadikan bentuk digital agar bisa tersebar luas di kalangan berbagai lapisan masyarakat.

Selain untuk berdiskusi, pertemuan ini bertujuan untuk mempersatukan tali silaturahmi antar para sastrawan dan memperkenalkan sastra kepada berbagai masyarakat agar lebih disukai dan dihargai.
(dam)
Berita Terkait
Ngabuburit Seru di Pameran...
Ngabuburit Seru di Pameran Sampul Manusia, Suguhkan 1.000 Cover Buku dari 1974 hingga 2024
Dongkrak Budaya Literasi,...
Dongkrak Budaya Literasi, 35.000 Judul Buku Disajikan dalam Big Bad Wolf Books
SMA Labschool Jakarta...
SMA Labschool Jakarta Unjuk Karya Literasi di Festival Jakarta Panen Buku 2025
Buku Bermutu Indonesia...
Buku Bermutu Indonesia Ramaikan Frankurt Book Fair, Pameran Buku Terbesar Dunia
Big Bad Wolf Books,...
Big Bad Wolf Books, Pameran Buku Internasional Pertama di Mal Kota Semarang
Indonesia International...
Indonesia International Book Fair 2024
Berita Terkini
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved