Penderita Gangguan Fungsi Ginjal Bisa Terapi Cuci Perut

Senin, 22 Juli 2019 - 00:17 WIB
Penderita Gangguan Fungsi...
Penderita Gangguan Fungsi Ginjal Bisa Terapi Cuci Perut
A A A
JAKARTA - Di Indonesia, tindakan Hemodialisa (HD) atau kerap disebut cuci darah merupakan jenis terapi yang paling banyak digunakan oleh orang yang memiliki gangguan fungsi ginjal. Padahal, selain HD terapi lain yang bisa menjadi pilihan bagi pasien adalah cuci perut atau Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).

Salah satu keuntungan penderita gagal ginjal kronis dengan memilih terapi CAPD adalah kehidupan sosial dan pekerjaan tidak terganggu oleh rutinitas, dibandingkan dengan terapi HD yang harus dilakukan 2-3 kali seminggu di rumah sakit.

“CAPD cukup dilakukan di rumah atau di kantor, yang penting tempatnya bersih, tidak ada binatang dan matikan AC atau kipas angin untuk mencegah debu beterbangan,” kata dokter kepresidenan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, dr Jonny Sp.PD-KGH, M.Kes, MM dalam seminar awam bertajuk “Kenapa Kamu Pilih CAPD?” yang digelar oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) bekerja sama dengan Baxter Healthcare Asia, di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Berbicara di hadapan 200 audiens yang sebagian besar pasien gagal ginjal kronik, dr Jonny yang merupakan Konsulen Ginjal Hipertensi (KGH) itu menjelaskan beberapa keuntungan lain memilih CAPD dibandingkan HD. “Sangat mudah dan tidak rumit seperti dibayangkan orang kebanyakan. Pergantian cairan dalam sehari dilakukan selama 4 kali, dan hanya memerlukan waktu 25 menit,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan terapi CAPD pasien lebih bebas makan karena dengan makan makanan yang baik maka kadar HB (Hemoglobin) juga akan meningkat. Kedua, dapat berpergian ke belahan dunia manapun karena cairan hampir tersedia di seluruh negara.

"Ketiga, mudah dipahami pasien, latihan satu minggu saja sudah cukup untuk memahami CAPD dan cara menghubungkan/melepaskan transfer set dari kantong cairan,” jelasnya.

Dr Jonny pun menyampaikan hal-hal yang tidak menyenangkan dengan terapi CAPD. Salah satunya terkena infeksi bila prosedur CAPD tidak dilakukan dengan baik dan benar. “Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk menjaga kebersihan tangan dan menggunakan masker saat mengganti cairan untuk menghindari infeksi," tukasnya.
(wib)
Berita Terkait
Menteri Kesehatan Akan...
Menteri Kesehatan Akan Naturalisasi Dokter agar Nakes Naik Kelas
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Daftar Panjang Singkatan...
Daftar Panjang Singkatan Gelar Dokter Spesialis di Indonesia yang Jarang Diketahui
Ini Alasan Kenapa Tulisan...
Ini Alasan Kenapa Tulisan Dokter Sulit untuk Dibaca
Jumlah Dokter Spesialis...
Jumlah Dokter Spesialis di Indonesia Berdasarkan Spesialisasi, Penyakit Dalam Mendominasi
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved