Tak Niat Ajak Parpol Lain, Gerindra Siap Jadi Oposisi Tunggal

Senin, 01 Juli 2019 - 15:02 WIB
Tak Niat Ajak Parpol...
Tak Niat Ajak Parpol Lain, Gerindra Siap Jadi Oposisi Tunggal
A A A
JAKARTA - Partai Gerindra nampaknya akan memilih jalur oposisi atau di luar pemerintahan pada periode 2019-2024 walaupun itu belum diputuskan secara resmi.

Gerindra pun siap beroposisi sendiri dan tidak berniat mengajak ataupun memaksa partai politik (parpol) lain seperti PAN dan PKS untuk bergabung, karena itu kebijakan parpol masing-masing. Namun, Gerindra akan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan parpol lain.

“Kalau itu (jadi oposisi) tentu hak dan kebijakan masing-masing, mungkin bisa ditanyakan pada PKS, PAN dan partai lain,” ujar Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra, Muhamad Syafii di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Pria yang akrab dengan sapaan Romo itu menjelaskan bahwa oposisi itu tidah harus bergabung dengan partai-partai lain. Dan bisa disebut sebagai gabungan atau koalisi oposisi jika ada partai lain yang memposisikan dirinya sebagai partai oposisi. Ketika masing-masing partai memutuskan untuk menjadi oposisi maka, partai-partai itu bisa bertemu dalam suatu gabungan oposisi.

“Jadi pada prinsipnya kita beroposisi sendiri, tapi kalau nanti kemudian ternyata PKS juga oposisi berati kita punya positioning yang sama kalau kemudian PAN juga mungkin oposisi. Tapi, kalau kemudian kita baru beroposisi ketika mendapat dukungan dari partai yang lain, saya kira itu oposisi yang lucu juga,” jelasnya.

Terkait dengan isu Gerindra mendapatkan tawaran Dubes dan Menteri Pertanian dari Jokowi, Romo mengakui bahwa rumor itu banyak dan berkembang tetapi, jika benar ada tawaran itu tidak sesuai dengan prinsip oposisi dan tidak mungkin bagi Gerindra menerima itu.

“Saya bilang rumor itu terus bergulir, tapi kalau kita memilih menjadi oposisi saya kira sudah tahu jawabannya seperti apa enggak mungkin kita terima tawaran itu,” jawab Romo.

Lebih dari itu, Anggota Komisi III DPR ini menambahkan bahwa pihaknya tetap akan mengedepankan komunikasi. Meskipun dalam posisi oposisi, bukan berarti Gerindra akan memusuhi parpol lain tetapi lebih untuk membangun sistem check and balance atau kontrol terhadap pemerintah.

“Walaupun kita sebagai partai opisisi enggak mungkin juga kalau kebijakan-kebijakan yang benar. Kita tetap enggak terima aja karena kita oposisi. Oposisi yang benar itu kan bisa membangun check and balance sehingga, jalannya pemerintahan sesuai dengan aturan yang ada,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Raih Penghargaan KIP,...
Raih Penghargaan KIP, Prabowo dan Gerindra Komitmen Berantas Korupsi dan Junjung Tinggi Demokrasi
Rayakan Usia ke-18,...
Rayakan Usia ke-18, Fraksi Gerindra DPR Gaungkan Semangat Kebersamaan
Prabowo Subianto Hadiri...
Prabowo Subianto Hadiri Peringatan HUT ke-15 Partai Gerindra
Kala Prabowo Sentil...
Kala Prabowo Sentil Orang Pintar hingga Profesor yang Banyak Bicara di Podcast
Prabowo Siap Tempur...
Prabowo Siap 'Tempur' di Pemilu 2024! Al dan El Gabung Gerindra, Iwan Bule Gantikan Posisi Sandiaga Uno
Gerindra Dukung APBN...
Gerindra Dukung APBN 2026 sebagai Katalis Pertumbuhan Nasional
Berita Terkini
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved