Muncul di Rakernas MUI, Usulan Bangun Museum Moderasi Agama di Papua

Jum'at, 23 November 2018 - 16:22 WIB
Muncul di Rakernas MUI,...
Muncul di Rakernas MUI, Usulan Bangun Museum Moderasi Agama di Papua
A A A
JAKARTA - Usulan pembangunan Museum Moderasi Agama di Papua muncul di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlangsung di Raja Ampat, Papua Barat, Kamis 23 November 2018
.
Hal itu mengemuka sebagai rekomendasi hasil penelitian keagamaan di Papua Barat dalam buku berjudul Buku Moderasi Beragama Islam Berbasis Kearifan Lokal di Papua Barat. Karya ini merupakan riset yang dilakukan selama tujuh bulan oleh Cahyo Pamungkas (LIPI), Sekretaris Komisi Kajian MUI Rida Hesti Ratnasari, dan Teguh dari Kejaksaan Agung.

Rida menjelaskan, moderasi beragama Islam berbasis kearifan lokal sudah ada di seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Papua. Di Papua, moderasi Islam sudah berlangsung ratusan tahun sejak Islam masuk pada awal abad ke-15, tidak ditemukan catatan konflik yang terjadi antarmasyarakat.

“Kehadiran kelompok masyarakat sipil (civil society) dianggap penting untuk membantu merekatkan masyarakat yang majemuk di Indonesia,“ kata Rida.

Proses moderasi beragama, menurut Rida, bukan menggeser pokok-pokok ajaran agama, menyamarkan, atau menghilangkannya. Moderasi beragama membawa spektrum berbagai kelompok yang berseberangan menuju satu titik tengah win-win solution, menang-menang bersama, sebagai solusi.

Dia menyebutkan titik ini dikenal sebagai momen produktif, kepentingan lebih besar daripada kepentingan individu dan kelompok tertentu.“Moderasi itu menggeser yang terlalu ke kiri dan terlalu ke kanan menjadi ke tengah, untuk menjaga kepentingan kelompok yang lebih besar,“ kata Rida.

Jejak moderasi beragama, kata dia, terekam dalam keseharian masyarakat di Papua Barat, seperti contoh musala di Pulau Lemon yang dipindahkan tiga kali, direlakan dengan besar hati umat Islam.

Dia mengatakan, umat Islam menghargai kepentingan negara yang hendak menggunakan lahan musala untuk perkantoran dan gedung lainnya. Namun justru sekarang dibangun lebih besar dan permanen menjadi Masjid Merdeka di Manokwari.

Selain itu, ungkap dia, jejak naskah dan peninggalan sejarah Islam di Papua Barat ditemukan lebih dari 84 item. Hal ini menunjukkan tradisi tulis dalam pembelajaran Islam telah ada sejak sebelum abad ke-15.

Naskah dan peninggalan sejarah jejak moderasi beragama Islam masih disimpan oleh sebagian ahli waris pendakwah Islam. “Ada 84 bukti sejarah dari mulai Alquran yang ditulis di pelepah daun dan berbagai tulisan lain di kayu dan naskah yang dipegang para ahli waris, sebagai bukti moderasi beragama,“ kata dia.

Dia menegaskan, kondisi ini menuntut peran serta pemerintah untuk ikut menjaga bukti dan peninggalan sejarah tersebut. Selain saran pembangunan museum, pihaknya merekomendasikan memasukkan materi moderasi agama ini menjadi pelajaran sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, dan SMA di Provinsi Papua Barat,“ katanya.
(dam)
Berita Terkait
MUI Kritisi Acara Pemerintah...
MUI Kritisi Acara Pemerintah Tak Perhatikan PSBB Protokol Kesehatan
Polisi Gelar Olah TKP...
Polisi Gelar Olah TKP Pasca Penembakan di Kantor MUI
Usai Terjadi Penembakan,...
Usai Terjadi Penembakan, Kantor MUI Dijaga Ketat Brimob
Ironi! Berkumpul di...
Ironi! Berkumpul di Masjid Dilarang, Tapi di Mal dan Bandara Tidak
Himbau Akhiri Polemik...
Himbau Akhiri Polemik Pembubaran MUI, Pj Ketum PB HMI Minta Perbaiki Rekrutmen dilakukan Transparan
Ngaku Wakil Nabi, Ini...
Ngaku Wakil Nabi, Ini Isi Surat Lengkap Pelaku Penembakan Kantor MUI
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved