Siap Beri Pelatihan, Polri Akan Tingkatkan Kemampuan Polisi Myanmar
Rabu, 31 Oktober 2018 - 18:28 WIB
Siap Beri Pelatihan, Polri Akan Tingkatkan Kemampuan Polisi Myanmar
A
A
A
JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan siap untuk memberikan pelatihan kepada Kepolisian Myanmar.
Pelatihan diberikan untuk meningkatkan kapasitas personel Kepolisian Myanmar dalam memelihara keamanan dalam negerinya.
Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat acara pertemuan tingkat menteri ASEAN dalam rangka penanggulangan kejahatan transnasional 12th ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime di Nay Pyi Taw, Myanmar yang digelar 29 Oktober-2 November 2018.
Tito mengatakan, sebagai aparat negara yang bertugas menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, terdapat beberapa kerawanan yang perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan gesekan ataupun perpecahan.
“Polri telah menyiapkan program pelatihan pengamanan unjuk rasa, penanganan kerusuhan massa, penyidikan kejahatan berbasis penghormatan terhadap nilai-nilai HAM, dan berbagai program pelatihan lainnya,” ujar Kapolri dalam siaran pers Karopenmas Polri, Rabu (31/10/2018).
Kapolri menyebut pelatihan yang diberikan Polri semata-mata untuk mendukung peningkatan kemampuan dan keterampilan para personel kepolisian Myanmar dalam menangani permasalahan yang mungkin terjadi secara profesional.
“Peningkatan kapasitas personel Kepolisian Myanmar merupakan wujud nyata upaya Polri dalam mendukung penyelesaian permasalahan Keamanan Dalam Negeri Myanmar secara profesional, humanis, dan berbasis penghormatan terhadap nilai-nilai HAM,” tuturnya.Di sela-sela agenda resmi 12th AMMTC, Kapolri akan menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri Myanmar Letjen Kyaw Swe dan Penasihat Keamanan Nasional Myanmar U Thaung Tun.
Kapolri juga dijadwalkan akan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Senior Parlemen Singapura Amrin Amin untuk membahas berbagai isu keamanan di antara kedua negara.
Pelatihan diberikan untuk meningkatkan kapasitas personel Kepolisian Myanmar dalam memelihara keamanan dalam negerinya.
Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat acara pertemuan tingkat menteri ASEAN dalam rangka penanggulangan kejahatan transnasional 12th ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime di Nay Pyi Taw, Myanmar yang digelar 29 Oktober-2 November 2018.
Tito mengatakan, sebagai aparat negara yang bertugas menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, terdapat beberapa kerawanan yang perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan gesekan ataupun perpecahan.
“Polri telah menyiapkan program pelatihan pengamanan unjuk rasa, penanganan kerusuhan massa, penyidikan kejahatan berbasis penghormatan terhadap nilai-nilai HAM, dan berbagai program pelatihan lainnya,” ujar Kapolri dalam siaran pers Karopenmas Polri, Rabu (31/10/2018).
Kapolri menyebut pelatihan yang diberikan Polri semata-mata untuk mendukung peningkatan kemampuan dan keterampilan para personel kepolisian Myanmar dalam menangani permasalahan yang mungkin terjadi secara profesional.
“Peningkatan kapasitas personel Kepolisian Myanmar merupakan wujud nyata upaya Polri dalam mendukung penyelesaian permasalahan Keamanan Dalam Negeri Myanmar secara profesional, humanis, dan berbasis penghormatan terhadap nilai-nilai HAM,” tuturnya.Di sela-sela agenda resmi 12th AMMTC, Kapolri akan menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri Myanmar Letjen Kyaw Swe dan Penasihat Keamanan Nasional Myanmar U Thaung Tun.
Kapolri juga dijadwalkan akan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Senior Parlemen Singapura Amrin Amin untuk membahas berbagai isu keamanan di antara kedua negara.
(dam)