Ini Poin Pertanyaan Penyidik Saat Pemeriksaan Amien Rais
Rabu, 10 Oktober 2018 - 17:35 WIB
Ini Poin Pertanyaan Penyidik Saat Pemeriksaan Amien Rais
A
A
A
JAKARTA - Pengacara Eggi Sudjana membeberkan poin-poin apa saja yang ditanyakan penyidik Polda Metro Jaya pada saat pemeriksaan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais sebagai saksi di kasus penyebaran hoaks aktivis Ratna Sarumpaet.
Eggi mengatakan, dia bersyukur atas selesainya pemeriksaan Amien Rais selama enam jam. Amien pun diperiksa di ruangan bekas Kapolda Metro Jaya, yang mana nyaman dan baik, itu pun bukti penghormatan polisi pada Amien Rais.
"Pertanyaannya ada 30 dan saya mendampingi terus, supaya apakah ada jebakan batman yang sifatnya bisa menjerat," ujarnya pada wartawan, Rabu (10/10/2018).
Menurutnya, poin yang dipertanyakan itu, yakni kapan bertemu Ratna, apa yang dibicarakan, dan siapa yang memulai konfrensi pers di rumah Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan. Namun, Amien pun tak tahu karena memang wartawan sudah selalu stanby di rumah Prabowo.
"Lalu ditanya pandangan pak Amien setelah tahu Ratna bohong, pak Amien bilang saya seperti disambar halilintar, saya merasa dibohongi dan saya kecewa berat," tuturnya.
Dia menerangkan, polisi juga mempertanyakan mengapa sampai Amien yakin kalau Ratna dianiaya sebelumnya. Amien pun menjawab karena spontanitas dan solidaritas. Apalagi, RS masuk struktur pemenangan dan termasuk anak buahnya, makanya saat itu wajar Amien Rais melakukan tindakan solidaritas saat anak buahnya, yakni Ratna dihina dan diinjak-injak seperti itu.
"Jadi spontanitas itu, tak ada motif atau niat buruk untuk mempolitisasi keadaan sehingga menjadi keruh. Saat itu juga pak Prabowo kan menyarankan ke Bu Ratna untuk lapor polisi dan minta visum supaya jelas ini penganiayaan (atau gimana), tapi jawaban Bu Ratna takut," jelasnya.
Konfrensi pers pada 2 Oktober itu pun, tambahnya, tak ada kesalahan apapun karena pada saat itu hanya menceritakan tentang kejadian yang sesuai dengan pengakuan Ratna. Adapun Ratna, baru mengaku berbohong pada 3 Oktober berikutnya. Dia pun meminta agar kasus ini segera digelarkan supaya terang benderang," katanya.
Eggi mengatakan, dia bersyukur atas selesainya pemeriksaan Amien Rais selama enam jam. Amien pun diperiksa di ruangan bekas Kapolda Metro Jaya, yang mana nyaman dan baik, itu pun bukti penghormatan polisi pada Amien Rais.
"Pertanyaannya ada 30 dan saya mendampingi terus, supaya apakah ada jebakan batman yang sifatnya bisa menjerat," ujarnya pada wartawan, Rabu (10/10/2018).
Menurutnya, poin yang dipertanyakan itu, yakni kapan bertemu Ratna, apa yang dibicarakan, dan siapa yang memulai konfrensi pers di rumah Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan. Namun, Amien pun tak tahu karena memang wartawan sudah selalu stanby di rumah Prabowo.
"Lalu ditanya pandangan pak Amien setelah tahu Ratna bohong, pak Amien bilang saya seperti disambar halilintar, saya merasa dibohongi dan saya kecewa berat," tuturnya.
Dia menerangkan, polisi juga mempertanyakan mengapa sampai Amien yakin kalau Ratna dianiaya sebelumnya. Amien pun menjawab karena spontanitas dan solidaritas. Apalagi, RS masuk struktur pemenangan dan termasuk anak buahnya, makanya saat itu wajar Amien Rais melakukan tindakan solidaritas saat anak buahnya, yakni Ratna dihina dan diinjak-injak seperti itu.
"Jadi spontanitas itu, tak ada motif atau niat buruk untuk mempolitisasi keadaan sehingga menjadi keruh. Saat itu juga pak Prabowo kan menyarankan ke Bu Ratna untuk lapor polisi dan minta visum supaya jelas ini penganiayaan (atau gimana), tapi jawaban Bu Ratna takut," jelasnya.
Konfrensi pers pada 2 Oktober itu pun, tambahnya, tak ada kesalahan apapun karena pada saat itu hanya menceritakan tentang kejadian yang sesuai dengan pengakuan Ratna. Adapun Ratna, baru mengaku berbohong pada 3 Oktober berikutnya. Dia pun meminta agar kasus ini segera digelarkan supaya terang benderang," katanya.
(pur)