Penyebaran Hoaks Politik Bisa Picu Konflik Sosial

Selasa, 09 Oktober 2018 - 15:13 WIB
Penyebaran Hoaks Politik...
Penyebaran Hoaks Politik Bisa Picu Konflik Sosial
A A A
JAKARTA - Seperti sudah dikhawatirkan sejak awal, hoaks atau kabar bohong benar-benar marak menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.Tidak tanggung-tanggung, hoaks maha dahsyat dilakukan seorang tokoh nasional yang juga masuk menjadi salah satu juru kampanye salah satu calon presiden (capres). Ironisnya, hoaks itu terjadi saat bangsa Indonesia berduka dengan musibah bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.Menurut Ketua Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho, kasus Ratna Sarumpaet membuka mata bahwa media sosial masih sering digunakan untuk menyebarkan hoaks, khususnya pada tahun politik saat ini.
"Sesungguhnya, fakta yang ada jauh lebih memprihatinkan, media sosial masih digunakan untuk menyebarkan politik kebencian, yang dikhawatirkan bisa mengoyak persaudaraan bahkan menjurus ke arah konflik sosial, di tengah minimnya tingkat literasi masyarakat,” tutur Septiaji di Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.

Dalam catatan Mafindo, kata Septiaji, selama bulan September 2018 ada 86 topik hoaks. Sebanyak 59 di antaranya adalah hoaks terkait politik. Dari jumlah tersebut, ada 52 topik terkait Pilpres 2019.

Menurut dia, maraknya hoaks politik di medsos telah mengalihkan perhatian masyarakat kepada hal yang jauh lebih penting, seperti bersinergi membantu masyarakat terdampak bencana di Palu dan Lombok menjadi teralihkan.
Buntutnya, masyarakat malah berdebat untuk topik remeh yang ternyata hanya hoaks. “Hoaks politik sempat mengambil alih panggung opini publik yang tentu menciderai perasaan masyarakat terdampak bencana. Karena, ketika mereka seharusnya mendapatkan perhatian utama dari publik pasca bencana, tetapi justru masyarakat diajak bertengkar untuk isu yang tidak penting,” tutur Septiaji.Fakta ini yang membuat Mafindo terus melakukan literasi agar masyarakat bisa meningkatkan kualitas pola pikir yang lebih kritis ketika menerima informasi, khususnya di media sosial dan grup percakapan seperti WhatsApp

Dia mengimbau masyarakat jangan mudah menyebarkan informasi kalau belum jelas kebenarannya.

Menurut Septiaji, masyarakat harus bisa berperan aktif membersihkan konten negatif di media sosial dengan bersama-sama melakukan siskamling digital, melaporkan jika ada konten bermasalah, baik ke platform (Facebook, Twitter, Instagram) maupun ke Kementerian Kominfo melalui aduankonten.id, ke Bawaslu untuk konten terkait isu pemilu, dan Polri untuk konten pelanggaran hukum. Masyarakat juga wajib menggalakkan kegiatan bersama satu hari tanpa hoaks (hoaks free day).
Selain kualitas literasi masyarakat, kata dia, upaya penting yang harus dilakukan adalah memperbanyak silaturahmi antarmasyarakat, utamanya antartokoh masyarakat, agama, dan publik.
Menurut dia, tatap muka bisa mencairkan kecurigaan, bertemu wajah bisa menghapus prasangka.“Di era digital ini, jangan sampai kita mengenal masyarakat lain yang beragam hanya sepotong dari media sosial, tapi kita harus mengenal sepenuhnya dari pertemuan dan tatap muka,” tutur Septiaji.

Dia menegaskan, Mafindo tetap komitmen dalam empat hal. Pertama, melakukan cek fakta untuk setiap isu yang berpotensi meresahkan masyarakat. Itu setiap hari dirilis di TurnBackHoax.ID, dan juga bersama dengan 22 media online yang berpengaruh di CekFakta.Com.

“Kami juga menggerakkan relawan di 18 kota untuk terjun langsung ke masyarakat menyampaikan edukasi literasi, mengajak komponen masyarakat dari level keluarga tentang pentingnya bermedsos sehat untuk menjaga kesatuan negeri. Kami juga mendorong upaya silaturahmi antarmasyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan sarasehan, kampanye publik, dan diskusi publik,” tutur Septiaji.
(dam)
Berita Terkait
Jadi Alat Propaganda,...
Jadi Alat Propaganda, DPD: Hoaks Ancam Persatuan Bangsa
Video Pelajar Dianiaya...
Video Pelajar Dianiaya Viral di Media Sosial
Percepatan Teknologi...
Percepatan Teknologi Dorong Transformasi Media Sosial
Media Punya Peran Penting...
Media Punya Peran Penting Menjaga Kredibilitas Informasi
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Hoax dan Ujaran Kebencian...
Hoax dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Jadi Ancaman Demokrasi
Berita Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved