Jarang Digunakan Komunikasi, Bahasa Papua Terancam Punah

loading...
Jarang Digunakan Komunikasi, Bahasa Papua Terancam Punah
Jarang Digunakan Komunikasi, Bahasa Papua Terancam Punah
A+ A-
JAKARTA - Bahasa asli masyarakat Papua terancam punah. Padahal, fungsi bahasa (linguistik) di sebuah komunitas maupun suatu daerah merupakan hal yang sangat penting dalam keragaman budaya suatu negara.

Hal itu diungkapkan Willem Burung, putra Papua peraih gelar Doktor dari Universitas Oxford, saat seminar dan diskusi yang diadakan oleh Oxford Society of Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta.

"Kita mungkin sulit membayangkan kalau bahasa yang kita pakai akan punah, tapi pada kenyataanya, sebuah bahasa dapat saja mengalami kepunahan. Punahnya suatu bahasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor," jelas Willem Burung dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Jumat (31/8/2018).

Faktor-faktor tersebut meliputi Karena tidak lagi digunakan dalam komunikasi, baik melalui sikap berbahasa, pilihan berbahasa, atau punahnya penutur jati/native speakers. Faktor lainnya karena kebijakan berbahasa (language policy). Ini bisa melalui pemusnahan bahasa, dominasi bahasa lain, maupun pembatasan ranah pemakaian.



Faktor lainnya yang disebabkan bukan dari suatu kebijakan atau faktor lainnya adalah karena bencana alam, seperti tsunami, gempa, longsor, wabah penyakit, atau wabah kelaparan dan pemusnahan etnis.

Dia mencontohkan, salah satunya bahasa Wano dan beberapa bahasa daerah di Indonesia. Wano adalah sebuah bahasa di Papua yang digunakan oleh sekitar 7000 orang penutur asli / native speakers, yang tinggal di daerah sekitar Puncak Jaya, puncak gunung tertinggi di Indonesia.

"Menurut Gary F. Simons dan Charles D.Fennig (2018), bahasa Wano termasuk kategori 6b (Threatened), yaitu kategori bahasa yang terancam punah," katanya.



Dalam seminar ini Willem juga menunjukkan beberapa peran linguistik dalam pembangunan masyarakat dan kepentingan bahasa. Menurut dia, umumnya orang memandang linguistik sebagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan hal belajar-mengajar dan atau menerjemah-menafsirkan bahasa asing. Ternyata pemahaman seperti ini tidak benar.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top