Prabowo Berharap Kritikannya Tidak Dianggap Makian dan Hardikan

Senin, 25 Juni 2018 - 15:21 WIB
Prabowo Berharap Kritikannya...
Prabowo Berharap Kritikannya Tidak Dianggap Makian dan Hardikan
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiantoberharap kritikannya kepada pemerintah selama ini tidak dianggap sebagai makian, hardik ataupun mencari-cari kesalahan. Prabowo mengatakan bahwa kritikannya merupakan peringatan agar pemerintah melakukan koreksi terhadap suatu kebijakan.

"Saudara-saudara, kalau saya beri sumbang saran kadang-kadang bernada kritik. Kritik menurut saya adalah penting, kritik itu jangan diartikan memaki, menghardik, mencari kesalahan, tidak," ujar Prabowo Subianto di Rumah Dinas Ketua MPR Zulkifli Hasan, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Dia menuturkan, bahwa debat di alam demokrasi adalah baik. "Ada gagasan, ada kontrol gagasan, lawan gagasan. Ada tesa, ada antitesa, ada gagasan yang lebih baik lagi," ucapnya.

Lagipula, kata dia, Partai Gerindra sebagai salah satu partai politik (Parpol) di luar pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan kritikan. "Itu pengawasan. Mengkritik untuk memberi peringatan untuk mengoreksi. Kalau kita tidak koreksi, jangan kebablasan," kata mantan Danjen Kopassus ini.

Prabowo pun mengakui sebenarnya dirinya dilematis. Satu sisi memiliki kewajiban untuk mengkritik, satu sisi banyak kawannya di dalam pemerintahan.

"Dan saya mengatakan di pemerintah sekarang banyak orang-orang baik. Bahkan data-data saya saya pakai dari pemerintah sendiri," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto juga mengakui memiliki hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Dan saya mengatakan ke Pak Jokowi dari awal. 'Pak, kalau kebijakan bapak saya enggak cocok, saya akan kritik ya, ya silakan, silakan'. Jadi saya pegang kepada itu, bukan karena saya akan maki-maki beliau ya," tegas Prabowo.

Terlebih, Prabowo sebenarnya yakin bahwa Presiden Jokowi memiliki kehendak yang baik untuk berbakti kepada negara dan bangsa. "Tetapi demokrasi membutuhkan dialektika, demokrasi membutuhkan koreksi, demokrasi membutuhkan alternatif dan itulah yang sedang kita jalankan sekarang, kita mengoreksi dan memberi peringatan," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Prabowo Subianto Hadiri...
Prabowo Subianto Hadiri Peringatan HUT ke-15 Partai Gerindra
Prabowo Subianto Resmikan...
Prabowo Subianto Resmikan Badan Pemenangan Presiden Partai Gerindra
Prabowo Subianto Didaulat...
Prabowo Subianto Didaulat Kembali Pimpin Gerindra hingga 2025
Gerindra Dorong Prabowo...
Gerindra Dorong Prabowo Subianto Maju Pilpres 2029
34 Pimpinan DPD Sepakat...
34 Pimpinan DPD Sepakat Prabowo Subianto Kembali Pimpin Gerindra
Sah, Prabowo Subianto...
Sah, Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra 2020-2025
Berita Terkini
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved