Imparsial Nilai Perppu Antiterorisme Bisa Picu Kontroversi

Senin, 14 Mei 2018 - 19:51 WIB
Imparsial Nilai Perppu...
Imparsial Nilai Perppu Antiterorisme Bisa Picu Kontroversi
A A A
JAKARTA - Direktur Imparsial Al Araf menilai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme bisa menjadi kontroversi.

Maka itu, dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menahan diri untuk tidak menerbitkan Perppu itu."Saya minta pemerintah enggak usah menerapkan perppu, tidak perlu. Karena kalau nanti diterapkan Perppu akan menimbulkan kontroversi juga," kata Al Araf dalam diskusi bertajuk Nasib Pembahasan RUU Terorisme di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Terlebih, lanjut dia, pembahasan Revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sudah begitu panjang. "Menyisakan sedikit pasal, hanya tiga pasal. Ini perppu ditahan dahulu daripada nanti seperti kasus Perppu Ormas yang menimbulkan kontroversi dan ribut panjang," katanya.

Menurut dia, lebih baik merampungkan Revisi Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Diketahui, salah satu yang belum disepakati dalam revisi Undang-undang itu adalah definisi mengenai terorisme.

Al Araf berpendapat definisi mengenai terorisme tidak perlu diperdebatkan terlalu panjang. "Pakai Pasal 6 dan 8 di dalam Undang-undang 15 Tahun 2003 sebagai definisi, selesai," katanya.

Dia membeberkan, Pasal 6 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 berbunyi bahwa setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

"Selesai. Sebenarnya Pasal 6 ini definisi," ungkapnya.
(dam)
Berita Terkait
BREAKING NEWS, Densus...
BREAKING NEWS, Densus 88 Antiteror Tangkap Teroris di Bekasi
Terkait ISIS, Ini Identitas...
Terkait ISIS, Ini Identitas Lengkap Terduga Teroris di Bekasi
Pria Australia Didakwa...
Pria Australia Didakwa UU Terorisme karena Serukan Pembunuhan Muslim
BNPT dan LPSK Bahas...
BNPT dan LPSK Bahas PP Perlindungan Korban Terorisme
Geledah Rumah Terduga...
Geledah Rumah Terduga Teroris di Bekasi, Densus 88 Sita Senjata Api dan Amunisi
Seorang WNI Jadi Orang...
Seorang WNI Jadi Orang Pertama yang Diadili di Bawah UU Terorisme Baru Filipina
Berita Terkini
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Prabowo Lantik Pimpinan...
Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved