Majukan Pariwisata, Pemerintah Diminta Perhatikan Hal Ini

Sabtu, 14 April 2018 - 16:31 WIB
Majukan Pariwisata,...
Majukan Pariwisata, Pemerintah Diminta Perhatikan Hal Ini
A A A
JAKARTA - Minimnya petugas Imigrasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinilai salah satu kendala sektor pariwisata di Manado. Pasalnya, minimnya petugas Imigrasi itu membuat kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah itu dibatasi.

Anggota MPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yanuar Prihatin mengatakan, Indonesia peringkat keempat di sektor pariwisata, setelah Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dia menambahkan, pariwisata di Indonesia itu pun hanya terkonsentrasi ke Bali. Maka itu, dia curiga bahwa pemerintah tidak memiliki visi pariwisata yang kuat.

"Buktinya tadi turis banyak, semua kewalahan. Imigrasi kewalahan, infrastruktur kewalahan," ujar Januar dalam diskusi Bertajuk Menggali Potensi Kelautan Indonesia saat acara Press Gathering wartawan Parlemen di Hotel Grand Luley, Bunaken, Sulut, Sabtu (14/4/2018).

Hal senada dikatakan oleh Anggota MPR dari Fraksi Partai Demokrat Ayub Khan. "Terkait masalah imigrasi ini menghambat. Banyak wisatawan yang sebenarnya mau masuk, tapi pelayanan imigrasi kan tidak maksimal," ujar Ayub dalam kesempatan sama.

Menurut dia, persoalan tersebut akan menjadi perhatian fraksinya di DPR. "Nanti fraksi kami terkait dengan imigrasi akan menyikapi di DPR," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara, Ricky S Toemandoek mengakui bahwa minimnya petugas Imigrasi menjadi salah satu kendala sektor pariwisata di wilayahnya.

"Menyangkut kendala pariwisata yang selama ini, kita berterima kasih ke bapak anggota dewan. Kendala ini menyangkut imigrasi. Yang datang wisatawan 200 sampai 300 per hari. Tapi dari imigrasi yang ada cuma enam orang," ucapnya dalam kesempatan sama.

Dia mengklaim bahwa Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey sudah menyampaikan persoalan itu ke Imigrasi. "Pak gubernur sudah menyampaikan kalau bisa imigrasi menambahkan personelnya," ujarnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved