Politik Transaksional Merajalela, Bamsoet Usulkan Pilkada Langsung Dievaluasi

Kamis, 22 Maret 2018 - 05:40 WIB
Politik Transaksional...
Politik Transaksional Merajalela, Bamsoet Usulkan Pilkada Langsung Dievaluasi
A A A
SOLO - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo secara pribadi melontarkan gagasan agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung dievaluasi. Harapannya, hasil evaluasi dapat menunjukkan apakah banyak sisi manfaat atau justru banyak merugikan.

“Pilkada ini ngeri ngeri sedap, ngerinya banyak ancaman dan potensi gangguan, terutama isue yang digelontorkan soal SARA. Sedapnya rakyat kita gembira karena setiap Pilkada ada penghasilan tambahan,” ujar Bambang Soesatyo di Posko Beringin Center di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/3) sore. Dirinya berharap ke depan Pilkada langsung dapat dievaluasi kembali. Satu sisi merupakan kegembiraaan rakyat dalam pesta demokrasi.

Namun di sisi lain, banyak juga dapat merusak moral anak anak bangsa. “Ini pendapat saya pribadi, bukan pendapat Golkar dan bukan DPR,” tandas Bambang Soesatyo yang juga menjabat Wakil Ketua Korbid Pratama DPP Partai Golkar.

Dari tiga kali Pilkada serentak, politik transaksional sangat luar biasa. Sehingga hal itu merusak, dan mendorong meningkatkan korupsi di tanah air. Untuk mendapatkan tiket maju Pilkada, calon harus mengeluarkan uang puluhan miliar, di antaranya untuk biaya kampanye atau biaya saksi.

Yang menjadi pertanyaaan adalah uang itu berasal dari mana dan bagaimana bisa mengembalikan. “Ini pertanyaaan sederhana dan mudah, apakah begitu banyak orang merelakan uangnya dihamburkan, lalu bekerja untuk rakyat meski uang tidak kembali,? Saya tidak yakin,” urainya.

Sehingga, apa yang bisa diharapkan dari kepala daerah yang ketika maju mengeluarkan biaya puluhan hingga ratusan miliar. Termasuk apakah bisa bekerja serius untuk rakyat. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) korupsi kepala daerah yang sudah jadi.

Kajian KPK, korupsi di urusan politik bisa meningkat dan atau bisa juga berkurang. Dirinya juga telah meminta KPK untuk membuat kajian apakah Pilkada langsung lebih banyak manfaat atau merugikan bangsa. Belum lagi adanya pertempuran di tingkat akar rumput karena memiliki keyakinan masing-masing. Dirinya berharap hasil akhir evaluasi terkait Pilkada langsung dapat memberikan pencerahan.
(pur)
Berita Terkait
SOKSI Kawal Pelaksanaan...
SOKSI Kawal Pelaksanaan PIlkada Serentak 2020
Kantongi SK Golkar Sulsel,...
Kantongi SK Golkar Sulsel, TP Ajak Kader Menangkan Pilkada Serentak
Partai Golkar Resmi...
Partai Golkar Resmi Usung Radiapo-Zonny Waldy di Pilkada Simalungun
Airlangga Hartarto Hadiri...
Airlangga Hartarto Hadiri Bimtek Pilkada Serentak Partai Golkar
Pilkada Serentak 2020,...
Pilkada Serentak 2020, Golkar Jabar Minta Kader Menang Terhormat
Inilah Delapan Pasangan...
Inilah Delapan Pasangan Cakada Usungan Partai Golkar Sulsel
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved