Polisi Australia Terkesan dengan Penanganan Terorisme di Indonesia

Kamis, 08 Maret 2018 - 14:33 WIB
Polisi Australia Terkesan...
Polisi Australia Terkesan dengan Penanganan Terorisme di Indonesia
A A A
JAKARTA - Kepala Kepolisan Federal Australia (Australian Federal Police/AFP Commissioner), Andrew Colvin terkesan dengan cara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menanggulangi terorisme.

Kesan itu ditunjukkan Andrew saat berkunjung ke kantor BNPT di Jakarta, Selasa 6 Maret 2018. “Kepala Polisi Federal Australia menanyakan kepada kita bagaimana masalah penanggulangan terorisme yang dilaksanakan oleh BNPT sejauh ini. Kita jelaskan bahwa kita mengombinasikan antara hard approach dan soft approach,” ujar Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, seperti ditulis dalam siaran Pers BNPT, Kamis (8/3/2018).

Kepada Andrew Colvin, Suhardi menyampaikan, penggunaan pola hard approach (pendekatan keras) tidak menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, kata dia, BNPT selama ini selalu menggunakan pola soft approach atau pendekatan secara lunak.

“Saya katakan bahwa yang kita utamakan selama ini adalah masalah soft approach, bagaimana menyentuh akar masalah yang selama ini menjadi masing-masing variabel penyebab terorisme itu dengan baik,” tutur mantan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional ini.

Untuk lebih meyakinkan delegasi AFP, Suhardi dalam pertemuan tersebutni memutarkan film mengenai upaya BNPT selama ini yang telah membuat boarding school di Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara dan di Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur.

Di dua lokasi tersebut dibangun pesantren untuk menampung anak-anak dari mantan napi teroris atau kombatan agar mereka tidak mengikuti jejak orang tuanya yang salah pada masa lalu.

“Bagi pihak Australia (AFP) untuk yang di Desa Tenggulun ini sangat spesial sekali di mata mereka. Karena disitu lah tempat 1,2 ton bom Bali dibuat kemudian dikirim ke Bali untuk diledakkan. Jadi itu sangat berkesan bagi AFP,” ujar mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini.

Suhardi juga menjelaskan, di Desa Tenggulun tersebut ada sebanyak 38 mantan narapidana kasus terorisme dan kurang lebih ada 100 orang anak-anaknya itu yang selama ini mungkin dimarjinalkan.

“Sekarang tempat tersebut sudah berubah dari desa teroris menjadi desa yang damai sehingga menjadi desa yang dapat menyampaikan pesan damai antiradikal di situ. Nah itu rupanya itu sesuatu yang sangat luar biasa bagi pihak AFP,” ujarnya

Menurut Suhardi, AFP menyadari pola hard approach itu tidak menyelesaikan masalah. Delegasi AFP pun juga menyimak dengan baik mengenai langkah-langkah lain yang dilakukan BNPT seperti mengurus eks napi teroris yang sudah sadar, anak-anaknya, bahkan sudah mengembang kepada korban-korban dari aksi terorisme.

“Kita sampaikan pula bahwa minggu lalu kita pertemukan antara korban dan mantan napi teroris yang sudah sadar. Mereka saling memaafkan. Kepala polisi Australia juga terkesan sekali ketika kita menggunakan mantan napi teroris untuk menjadi narasumber untuk memberikan penyadaran kepada rekan-rekannya yang belum sadar. Ini menjadi suasana yang baru bagi AFP dan akan dipelajari betul masalah soft approach ini,” ujarnya.

Mendengar penjelasan Kepala BNPT, Adnrew meminta BNPT memutar film tersebut pada acara The ASEAN-Australian Counter Terrorism Conference yang merupakan bagian dari ASEAN-Australian Special Summit yang akan digelar di Sidney, Australia,17-18 Maret 2018.

Pemutaran film tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada seluruh peserta konferensi mengenai pendekatan yang dilakjukan BNPT dalam menangani terorisme.

“Bahkan Kepala AFP akan mengatakan kepada penyelenggara konferensi itu nanti agar bisa memberikan porsi waktu yang agak panjang kepada saya untuk bisa mempresentasikan itu semuanya kepada para peserta konferensi,” tuturnya.

Kepada Adrew, Suhardi juga menjelaskan BNPT merekrut blogger dan netizen muda yang tergabung dalam duta damai bagi BNPT di dunia maya untuk menyebarkan paham-paham antiradikal atau paham kedamaian.

“Ini sesuatu yang sangat baru bagi mereka dan bisa menjadi contoh. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi mereka semuanya,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNPT didampingi oleh Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Brigjen Pol Budiono Sandi, Direktur Pencegahan Brigjen Pol Hamli, Direktur Bilateral Kombes Pol Kris Erlangga Aji Wijaya, Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral Andhika Chrisnayudhanto, Kasubdit Kerja Sama Asia, Pasifik dan Afrika, Kolonel Sus Fanfan Infansyah dan Kasubdit Kerja Sama Asia Eropa, Wandi Adrianto Syamsu.
(dam)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved