Masyarakat Diminta Aktif Jaga Lingkungan dari Ancaman Hoax

Senin, 26 Februari 2018 - 10:04 WIB
Masyarakat Diminta Aktif...
Masyarakat Diminta Aktif Jaga Lingkungan dari Ancaman Hoax
A A A
JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, masyarakat terus diingatkan untuk mewaspadai dan tidak menyebarkan berita palsu atau hoax melalui media sosial (medsos).

Ajakan itu bertujuan agar kerukunan antarsesama umat manusia tetap terjaga dengan baik demi tegaknya bangsa Indonesia dari ancaman perpecahan akibat hoax.

Untuk menangkal bahaya hoax, masyarakat dituntut aktif melakukan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di medsos sebagai langkah dini menjaga persatuan dan kesatuan.

"Masyarakat harus menyadari bahwa menyebarkan hoax tentunya mengancam kehidupan dan persatuan bangsa. Jangan lagi menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya, apalagi menjelang pelaksanaan pilkada serentak. Masyarakat justru harus aktif menjaga lingkungannya dari hoax,” ujar anggota Komisi III DPR, Tb Soenmandjaja.

Menurut dia, permasalahan keresahan yang selama ini ditumbuhkan oleh medsos, terutama dengan banyaknya berseliweran hoax berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Kalau sampai masyarakat kita ini terpecah akibat menerima informasi hoax melalui media sosial ini sangat berbahaya,” ujar Soemandjaja.

Dia meminta masyarakat untuk berhati-hati saat menerima informasi. "Harus pandai-pandai mencari informasi bahkan bisa dikatakan harus melakukan cek dan cek ulang Karena dalam agama dikatakan tabbayun untuk mau melakukan cek dan cek ulang atas semua berita,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika masyarakat tidak punya kemampuan tersebut atas hal tersebut maka harus mampu menahan diri untuk tidak menyebarluaskan hoax.

“Masyarakat bisa melaporkan ke Babinsa atau Babinkamtibmas di kampung masing-masing. Ini perlu dilakukan agar berita itu tidak menyebarluas dan menjadi fitnah. Kalaupun berita itu benar tentunya tidak berdampak negatif di masyarkat,” tuturnya.

Dia mengimbau kepada para kontestan Pilkada bahwa kemenangan bukan bersifata pribadi atau kelompok tertentu. Menurut dia, kemenangan kontestan dalam pilkada adalah kemenangan Indonesia.

“Itu yang perlu disepakati bahwa kemenangan dala pilkada nanti bukanlah kemenangan parpol atau kemenangan perseorangan. Tetapi merupakan kemennagan bersama, kemengan Indonesia. Janganlah menyebarkan hoax yang dapat membuat masyarakat resah dan terpecah. Setelah terpilih nanti mari fokus kepada usaha-usaha yang dapat menyejahterakan rakyat,” ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Australia Bakal Melarang...
Australia Bakal Melarang Anak di Bawah Umur dari Media Sosial: Minimal 16 Tahun!
Maksimalkan Beragam...
Maksimalkan Beragam Fitur Sosmed, Brand Mahasiswa ini Tembus Negeri Tetangga
Hadirkan Teknologi Inovatif...
Hadirkan Teknologi Inovatif untuk Pelanggan, Blibli Bersaing secara Global
Teknologi Machine Learning...
Teknologi Machine Learning Bikin Aman dan Nyaman Bersosial Media
Berita Terkini
Perdagangan Karbon Dimulai,...
Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis
DPR Minta Kejagung Bentuk...
DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen yang Tidak Terafiliasi Febrie Adriansyah
Don Ritto Jadi Tersangka...
Don Ritto Jadi Tersangka Kasus Korupsi yang Jerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda
Rudi Margono Jadi Plt...
Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus, Ini Rekam Jejak Pemikirannya tentang Perampasan Aset
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR Bentuk Panja Pengawasan 3 Kasus Korupsi yang Libatkan Eks Jampidsus
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Infografis
Masalah Dunia Saat Ini,...
Masalah Dunia Saat Ini, dari Utang hingga Ancaman Kenaikan Harga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved