Medsos Sangat Pengaruhi Elektabilitas Calon di Pilkada Serentak

Senin, 05 Februari 2018 - 13:28 WIB
Medsos Sangat Pengaruhi...
Medsos Sangat Pengaruhi Elektabilitas Calon di Pilkada Serentak
A A A
JAKARTA - Media sosial (Medsos) dinilai memberikan pengaruh signifikan terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) yang yang bertarung dalam Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 di sejumlah daerah.

Seperti yang terjadi di Pilkada Jawa Barat (Jabar) dengan empat pasangan bakal calon yang didaftarkan ke KPU dan kini tengah menunggu disahkan sebagai calon.

Pasca pendaftaran pasangan calon, Cyrus Network melakukan survei yang diselenggarakan 16-22 Januari 2018. Survei kali ini berhasil memotret beberapa temuan menarik.

"Kita lihat pengguna medsos dengan tabulasi beberapa kategori," kata Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Afianto, Senin (5/2/2018).

Eko Dafid memaparkan, dari empat calon yang mendaftar di KPU Jawa Barat, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Dua DM) bersaing sangat ketat untuk mendapatkan dukungan tertinggi.

Selisih dukungan elektoral kedua pasangan ini hanya terpaut sekitar 5% saja. Ridwan-Uu mendapatkan 45.9% suara voters dan Deddy-Dedi mendapatkan angka elektablitas 40.9%. Sementara itu, pasangan Sudrajat-Syaikhu dan TB Hasanudin-Anton masing-masing baru mendapatkan dukungan sebesar 5% dan 2.5%.

Hasil temuan survei ini juga memperlihatkan bahwa Uu Ruzhanul Ulum tidak memberi nilai tambah elektoral yang signifikan terhadap Ridwan Kamil. Sebab dalam berbagai survei selama ini angka elektabilitas Ridwan Kamil sudah di atas 40%.

Sedangkan pasangan kejutan Deddy Mizwar dan Deddy Mulyadi ternyata saling memberi nilai tambah yang signifikan sehingga ketika berpasangan mereka mereka mampu mengejar elektabilitas Ridwan Kamil.

Dua pasangan lainnya yakni Sudrajat-Syaikhu dan TB Hasanudin-Anton memang masih mendapatkan perolehan yang sangat kecil. Namun, jika mesin partai kedua pasangan ini yakni PKS-Gerindra dan PDIP sudah bergerak, diperkirakan pasangan ini bisa mencapai angka dua digit meski kecil kemungkinan bisa mengungguli kedua pasangan di atasnya.

"Karena total suara hanya 100%, maka penambahan angka kedua pasangan terbawah ini akan menggerogoti suara pasangan RK-Uu dan Deddy-Dedi," ujar Eko Dafid.

Survei ini mengambil sampel 1.000 reponden dengan teknik pengambilan sampel multistage random sampling. Tingkat keyakinan survei ini adalah 95% dengan margin of error 3.1%.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Mencegah Konflik Pilkada...
Mencegah Konflik Pilkada Serentak
Peringatan Protokol...
Peringatan Protokol Kesehatan Pilkada Ditengah Masa Pandemi Corona
Pilkada 2020 Tanpa APD,...
Pilkada 2020 Tanpa APD, Bawaslu Ingatkan Potensi Konflik
Berita Terkini
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved